Senin, 27 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Menyapa Nusantara 2026

Semangat Kartini-kartini Kecil dari YPAC

SLB Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), Jakarta Selatan mendorong kesetaraan hak bersekolah pada momen Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2026

Editor: Munawir Taoeda
Dok ANTARA
Perayaan Hari Kartini di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri. 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Pagi itu, kuas lembut memoleskan warna merah di pipi seorang anak dengan nama panggilan Kiki. Wajahnya kian berseri saat ia melantunkan lagu dari bibirnya, bersiap tampil dengan penuh semangat.

Tangannya yang bertumpu pada kursi roda berketuk pelan mengikuti irama. Pakaian adat Bali tampak pas melekat di tubuh kecilnya.

Senyumnya tak pernah lepas, seolah panggung adalah tempat paling nyaman baginya.

Kiki bukan baru belajar bernyanyi. Sejak taman kanak-kanak, ia sudah dilatih oleh guru-guru di sekolahnya. Baginya, menyanyi bukan sekadar kegiatan, melainkan sumber kebahagiaan.

Baca juga: Protes Jalan Rusak, Warga Tutuling Jaya Haltim Pilih Tanam Pohon Pisang

"Aku suka nyanyi karena senang, "ujarnya singkat sembari tersenyum penuh makna.

Ketertarikannya pada dunia tarik suara bahkan telah membawanya mengikuti berbagai lomba. Dua tahun lalu, ia berhasil meraih juara tiga dalam ajang tingkat DKI Jakarta.

Cita-citanya pun sederhana tapi besar yakni menjadi seorang penyanyi. Dengan polos, ia menjadikan nama penyanyi seperti Mahalini sebagai inspirasinya.

Perayaan Hari Kartini di SLB Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), Jakarta Selatan 01
Perayaan Hari Kartini di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Di luar panggung, Kiki adalah anak yang ceria. Ia menyukai pelajaran IPAS dan menikmati waktu istirahat bersama teman-temannya.

Tak hanya bernyanyi, ia juga tertarik pada dunia peragaan busana. Baginya, tampil di depan umum bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan kesempatan untuk mengekspresikan diri.

Kiki tumbuh menjadi anak yang penuh percaya diri, terutama berkat pembinaan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), Jakarta Selatan.

Peran SLB ini dalam membina mental siswa juga diakui Yanto, orang tua dari Ella, siswa kelas 6. Yanto melihat perubahan besar pada anaknya sejak bergabung dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) ini.

Menurutnya, kegiatan pentas bakat seperti ini bukan sekadar acara rutin, melainkan sarana penting untuk membangun keberanian anak-anak.

"Ini menjadi motivasi agar anak berani, percaya diri, dan tampil di depan umum, "ujarnya.

Keluarganya baru saja pindah dari Solo. Ia menyebut bahwa keputusan menyekolahkan anaknya di YPAC adalah pilihan yang tepat, terutama karena fasilitas dan pendampingan yang dinilai lebih lengkap.

"Di sini lebih lengkap. Karena kami juga pindahan, jadi cari yang cocok, "katanya.

Ella sendiri memiliki beragam minat, mulai dari melukis, membaca, hingga olahraga seperti menonton sepak bola dan bulu tangkis.

Dalam pelajaran, ia menyukai bahasa Inggris.Cita-citanya pun tak kalah mulia yakni menjadi seorang guru.

Ruang setara

Lebih dari sekadar tempat belajar, YPAC menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk menemukan potensi mereka.

Bagi Yanto, harapan orangtua ke depan bukan hanya soal pendidikan anak, tetapi juga tentang kesetaraan.

Ia berharap anak-anak difabel memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkarya bersama anak-anak lainnya, serta didukung fasilitas umum yang semakin inklusif.

"Harapannya ada peluang kaum difabel bisa berkarya sama dengan yang lain. Fasilitas umum juga ditingkatkan, walau sekarang sudah baik, "kata Yanto.

Di tengah segala keterbatasan, anak-anak di YPAC menunjukkan satu hal yang sama yakni keberanian untuk bermimpi.

Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), Jakarta Selatan mendorong kesetaraan hak bersekolah pada momen Hari Kartini yang jatuh pada 21 April.

"Kita membawa edukasi bahwa orang Indonesia dari Sabang sampai Merauke bagaimanapun kondisinya, suku bangsa apapun, agama apapun, semuanya punya hak yang sama dan setara untuk sekolah, "kata Direktur Pelaksana YPAC, Agoes Abdoel Rakhman.

Agoes menilai bahwa momen Hari Kartini bukan sekadar peringatan emansipasi, melainkan cerminan perjuangan R.A. Kartini dalam mewujudkan kesetaraan pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Karena itu, momen ini menjadi kesempatan bagi para murid untuk menunjukkan bakat dengan mengenakan baju adat, sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air.

"Kami ingin menanamkan kepada murid dan orang tua agar dapat menambah sukacita sekaligus memperoleh nilai dari perayaan Hari Kartini, "ujarnya.

Adapun rangkaian lomba yang diikuti 70 peserta yakni menyanyi, peraga busana (fashion show), hingga merias wajah.

Dalam penilaian lomba, ia menegaskan bahwa juri menilai sikap dan penampilan peserta saat tampil di depan publik. Dengan demikian, diharapkan seluruh peserta memiliki kepercayaan diri terhadap penampilannya.

"Bagaimana mereka menjiwai pakai baju itu. Ada orang yang nyaman dengan baju itu, PD banget itu kita pakai baju itu. Kita akan lihat seperti itu," ucap dia.

Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), Jakarta Selatan membina 76 siswa disabilitas fisik hingga intelektual untuk memiliki kemampuan dan kemandirian.

Dalam programnya ke depan, Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta Selatan akan membimbing peserta didik disabilitas yang sudah lulus dari sekolah agar memiliki keterampilan melukis sekaligus kemandirian ekonomi.

Program ini dikhususkan bagi lulusan yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja.

Tidak ada persyaratan khusus maupun batas usia bagi peserta yang ingin mendaftar. Nantinya, mereka akan dibimbing hingga terampil menggunakan berbagai media lukis, mulai dari krayon, pensil warna, hingga teknik melukis dengan jari.

Kesempatan disabilitas

Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul Buku I Analisis Tematik Kependudukan Indonesia (2023), tercatat hanya 21,65 persen penyandang disabilitas yang memiliki pekerjaan. Sementara itu, sebanyak 78,35 persen lainnya masih menganggur atau belum bekerja.

Publikasi tersebut menyajikan analisis hasil pendataan Long Form Sensus Penduduk 2020 yang dilengkapi dengan data pendukung serta kajian ilmiah terkini.

Pada tingkat daerah, tercatat sekitar 67 ribu penyandang disabilitas yang terekam dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Namun, angka ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan jumlah sebenarnya penyandang disabilitas di DKI Jakarta.

Meski demikian, peluang kerja bagi penyandang disabilitas terus menunjukkan perkembangan positif. Hal ini didorong oleh peran pemerintah, penguatan regulasi, serta meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya inklusivitas.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, perusahaan swasta diwajibkan mempekerjakan penyandang disabilitas minimal 1 persen dari total pekerja, sementara badan usaha milik negara (BUMN) diwajibkan memenuhi kuota sebesar 2 persen.

Regulasi ini menjadi landasan penting dalam mendorong keterwakilan penyandang disabilitas di berbagai sektor pekerjaan.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut berperan aktif memastikan perusahaan, baik BUMD, BUMN, maupun swasta, memenuhi ketentuan tersebut.

Baca juga: 52 Putra Daerah Ikuti Seleksi Akpol di Polda Maluku Utara, 38 Lolos CAT

Upaya ini dilakukan, antara lain melalui penyelenggaraan job fair disabilitas tingkat provinsi. Selain itu, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) DKI Jakarta juga menggandeng Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) di setiap wilayah kota.

Para peserta pelatihan dibekali berbagai keterampilan, seperti desain grafis, barista, hingga bidang lain yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana kembali menggelar job fair disabilitas guna memperluas jangkauan serta membuka lebih banyak peluang kerja yang inklusif. (*)

(ANTARA/Luthfia Miranda Putri/23 April 2026)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved