Senin, 27 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Timur

Protes Jalan Rusak, Warga Tutuling Jaya Haltim Pilih Tanam Pohon Pisang

Warga Desa Tutuling Jaya, Halmahera Timur, menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan rusak

Penulis: Amri Bessy | Editor: Sitti Muthmainnah
Istimewa
PROTES - Tampak pohon pisang tumbuh di badan jalan senagai aksi protes yang unik wara Desa Tutuling Jaya, Kecamatan Wasile Timur, Halmahera Timur, Maluku Utara, Senin (27/4/2026) 
Ringkasan Berita:
  1. Warga Desa Tutuling Jaya, Halmahera Timur, menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan rusak yang belum diperbaiki.
  2. Jalan yang berlubang dan rusak parah dinilai membahayakan pengendara serta menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
  3. Aksi simbolis ini dilakukan untuk mendesak pemerintah segera memperbaiki infrastruktur yang menjadi akses vital bagi warga.

TRIBUNTERNATE.COM, MABA -  Sebagai bentuk protes yang unik, warga Desa Tutuling Jaya, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, menanam pohon pisang di tengah badan jalan.

Aksi tersebut dilakukan sebagai sindiran terhadap kondisi jalan utama desa yang rusak parah dan hingga kini belum diperbaiki oleh pemerintah.

Salah seorang warga, Aca, mengatakan aksi ini dilakukan dengan harapan dapat menarik perhatian pihak terkait agar segera melakukan perbaikan.

Baca juga: 52 Putra Daerah Ikuti Seleksi Akpol di Polda Maluku Utara, 38 Lolos CAT

“Jalan ini sudah sering dilaporkan, tetapi belum ada realisasi perbaikan sampai sekarang,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Ia menambahkan, kondisi jalan yang berlubang dan rusak berat tidak hanya membahayakan pengendara, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Keluhan serupa disebut telah berulang kali disampaikan warga, namun belum mendapat tindak lanjut yang konkret.

Baca juga: 4 Korban Laporkan Begal Payudara di Ternate, Polisi Buru Pelaku

Penanaman pohon pisang di badan jalan menjadi simbol kekecewaan warga terhadap pemerintah, sekaligus bentuk desakan agar segera turun tangan menangani persoalan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan.

Jalan tersebut tidak hanya menjadi akses transportasi utama warga, tetapi juga berperan penting dalam distribusi hasil pertanian dan mobilitas antarwilayah.

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved