Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Halmahera Selatan

Panen Udang Vaname Ditarget 1,5 Ton, DKP Halmahera Selatan Siapkan 100 Ribu Benih

Plt Kepala DKP Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Idris Ali, mengatakan pihaknya menargetkan akhir tahun 2025

TribunTernate.com/Nurhidayat Hi Gani
PERIKANAN - Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Idris Ali. Ia menjelaskan target panen udang vaname di UPTD balai budidaya ikan (BBI) Desa Indomut, Kecamatan Bacan, mencapai 1,5 ton, Senin (18/8/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Idris Ali, mengatakan pihaknya menargetkan akhir tahun 2025 panen udang vaname di UPTD balai budidaya ikan (BBI) Desa Indomut, Kecamatan Bacan, mencapai 1,5 ton.

Target ini, menurut dia, berdasarkan jumlah benih udang sebanyak 100 ribu yang rencana ditebar dalam waktu dekat.

"Akhir tahun ini kita targetkan hasil panen 1,5 ton. Sementara ini kita sudah pengadaan 100 ribu benih udang, tinggal pihak ketiga yang datangkan," kata Idris saat ditemui Tribunternate.com belum lama ini.

Baca juga: Lihat Prakiraan Cuaca Kota Ternate Menurut BMKG Maluku Utara Besok Rabu 20 Agustus 2025

Idris berujar, hasil panen nanti akan dijual ke pelaku usaha di wilayah Halmahera Selatan jika memungkinkan. Namun jika tidak, maka dijual ke luar daerah.

"Yang pasti udang vaname ini pasarnya terbuka, artinya banyak yang butuh. Jadi nanti kita lihat, kalau memungkinkan di sini kita jual di sini, kalau tidak kita bawa ke Ternate atau daerah lain seperti Halmahera Tengah," tuturnya.

Idris mengaku, UPTD-BBI milik DKP Halmahera Selatan yang berlokasi di pesisir pantai Desa Indomut, dalam beberapa tahun terakhir proses pengelolaannya belum maksimal karena belum ditopang alat budidaya lain.

Selain itu, beberapa sarana dan prasarana yang rencana dieehabilitasi menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025, gagal dilakukan akibat kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat.

"Jadi sudah ada rencana pembangunan bak induk, rehabilitasi bak pendederan, bak plankton untuk pakan alami, dan pagar biosecurity."

"Tetapi ada efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, maka semua anggaran yang bersumber dari DAK Bidang Pangan Aquatik dipangkas," jelasnya.

Idris juga mengungkapkan penyebab budidaya udang vaname tidak maksimal. Ia mengatakan bahwa kendala utama ada pemadaman listrik yang terjadi setiap saat, walaupun UPTD-BBI di Desa Indomut sudah ada mesin genset.

Baca juga: Baru 10 Unit, Mobil Listrik Belum Jadi Pilihan Warga Maluku Utara

"Tapi mesinnya ada tidak sesuai dengan beban listrik yang ada sehingga pada saat padam listrik, kincir tidak berfungsi dan menyebabkan udang banyak mengalami kematian," ungkapnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Idris menyebut pihaknya telah menganggarkan Mesin Genset 25 KVA pada APBD pokok Tahun 2025. Mesin ini akan mengatasi jika pada saat budidaya udang vaname terjadi pemadaman listrik.

"Kita sudah beli mesin generator bersar, ini untuk menghindari mati listrik. Jadi sebelum kita operasikan, kita akan bersihkan beberapa kolam budidaya udang," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved