Halmahera Timur
Ubaid Yakub: Pemkab Halmahera Timur dan PDIP Merupakan Mitra Strategis dan Kontribusi Politik
Ringkasan Berita:1. PDIP akan selalu dijadikan pedang dalam mengurai berbagai persoalan sosial dan pembangunan daerah
2. Pemkab Halmahera Timur memiliki hubungan baik dengan PDIP sebagai mitra strategis dalam memberikan gagasan dan kontribusi politik
3. Ubaid Yakub: PDIP memberikan dukungan yang signifikan melalui gagasan, masukan dan kontribusi politik
TRIBUNTERNATE.COM, MABA - Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara Ubaid Yakub hadiri konferensi cabang (Konfercab) PDIP Halmahera Timur di Aula Kantor Desa Bumi Restu, Kecamatan Wasile, Selasa (2/12/2025).
Pada Konfercab juga dihadiri Sekretaris DPD PDIP Maluku Utara Asrul Rasyid Ichasan, serta seluruh peserta Konfercab dari pengurus DPC se-Halmahera Timur.
Pada kesempatan itu Ubaid Yakub menegaskan, pemerintahannya memiliki hubungan baik dengan PDIP sebagai mitra strategis dalam memberikan gagasan dan kontribusi politik.
Selama masa kepemimpinannya, PDIP memberikan dukungan yang signifikan melalui gagasan, masukan dan kontribusi politik yang dirasakannya sejak periode pertama menjabat.
Baca juga: Simak Pesan Sekkab Halmahera Timur Ricky Richfat Seusai Buka Seleksi Terbuka JPTP 2025
"Saya mengucapkan terima kasih karena kami telah diberikan karpet merah oleh PDIP, dari tingkat bawah hingga DPP."
"Karena itu, hari ini saya hadir menunjukkan ketulusan saya kepada PDIP, "katanya.
Ubaid menegaskan bahwa secara institusional PDIP telah memberikan peran penting dalam perjalanan pemerintahannya.
Meskipun pada periode sebelumnya tidak berada dalam posisi politik yang sama.
Menurut bupati 2 periode ini, kontribusi itu nyata dan tidak dapat diabaikan.
"Salam hormat kepada Ketua DPD PDIP Maluku Utara Muhammad Sinen yang saya nilai banyak memberi 'warna'."
"Serta membantu kinerja pemerintah daerah pada periode kepemimpinan saya yang kedua, "ucap Ubaid Yakub.
Lanjutnya, partai dengan logo banteng tersebut merupakan mitra strategis pemerintah daerah.
"Saran, pandangan, gagasan, ide cemerlang, bahkan kritik dari PDIP akan selalu saya jadikan pedang dalam mengurai berbagai persoalan sosial dan pembangunan daerah, "janjinya.
Karenanya ia berharap, Konfercab PDIP tidak hanya menjadi agenda rutin pertanggung jawaban organisasi.
Tapi dapat melahirkan ide-ide yang dapat memperkuat arah pembangunan Halmahera Timur 5 tahun ke depan.
Dilain sisi, Ubaid Yakub juga memaparkan 4 persoalan mendasar yang sedang dihadapi pemerintahannya.
Menurut data BPS, Halmahera Timur masih menempati posisi tertinggi angka kemiskinan di Maluku Utara, yakni 11,95 persen di 2025.
Angka ini setara dengan sekitar 13.000 jiwa dari total penduduk 101.395 jiwa.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa angka tersebut terus menurun dari sebelumnya 15,54 persen pada 2021, menjadi 14,02 persen pada akhir 2024, hingga mencapai 11,95 persen pada 2025.
Namun hal ini menjadi catatan karena adanya penurunan tingkat pengangguran, baik pengangguran terdidik maupun pengangguran tradisional, dari 5 persen menjadi 4 persen.
Baca juga: Transaksi QRIS di Maluku Utara Bertumbuh, Dwi Putra: Tembus 130 Ribu Orang Pengguna
Kemudian masalah konektivitas antar kecamatan masih menjadi catatan penting.
Akses antarwilayah seperti Wasile Tengah dan Wasile Utara, Maba Tengah dan Maba Utara, hingga Maba Utara ke Wasile Utara masih sulit dilalui.
"Dampaknya berpengaruh pada tingginya biaya transportasi dan harga kebutuhan pokok yang memicu inflasi daerah, "tandas Ubaid Yakub. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Konfercab-PDIP-Halmahera-Timur.jpg)