Transaksi QRIS di Maluku Utara Bertumbuh, Dwi Putra: Tembus 130 Ribu Orang Pengguna
"Pertumbuhan pesat QRIS didorong kebijakan MDR nol persen untuk merchant kategori mikro, "kata Kepala Perwakilan BI Maluku Utara Dwi Putra Indrawan
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. BI mencatat ada 102.669 pengguna QRIS di Maluku Utara, tumbuh 36 persen sepanjang 2023–2025
2. Angka ini tercatat melonjak 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya
3. Dwi Putra: Saat ini kita mencatat penggunaan QRIS sudah tembus 130 ribu orang
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Transaksi menggunakan QRIS di Maluku Utara alami pertumbuhan.
Di mana dalam 2 tahun terakhir Bank Indonesia (BI) mencatat setidaknya ada 130 ribu pengguna QRIS.
Angka ini tercatat melonjak 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Saat ini kita mencatat penggunaan QRIS sudah tembus 130 ribu orang."
Baca juga: Tambang Topang Ekonomi Maluku Utara 2026, Bank Indonesia Fokus Dorong Sektor Pertanian
Demikian disampaikan Kepala Perwakilan BI Maluku Utara Dwi Putra Indrawan usai kegiatan pertemuan tahunan BI di Bela Hotel Ternate, Selasa (2/12/2025).
Dwi menyebut, pertumbuhan pesat QRIS didorong oleh kebijakan MDR nol persen untuk merchant kategori mikro.
Yang mana BI mencatat ada 102.669 pengguna QRIS di Maluku Utara, tumbuh 36 persen sepanjang 2023–2025.
Angka ini sekaligus menempatkan Maluku Utara pada peringkat ke 4 di kawasan Sulawesi–Maluku–Papua (Sulampua).
Peningkatan adopsi QRIS turut mendorong lonjakan transaksi.
Selama periode 2023–2025, volume transaksi QRIS menyentuh 9.532.286 yang tumbuh sangat tinggi hingga 1.475 persen.
Capaian ini menempatkan Maluku Utara di posisi ketiga pertumbuhan volume transaksi QRIS se-Sulampua.
"Kami juga akan terus memperluas edukasi dan infrastruktur pendukung agar transaksi nontunai semakin inklusif dan efisien, "katanya.
Transformasi digital tidak hanya terjadi di sektor ritel, tetapi juga pada layanan pemerintah daerah.
Baca juga: Donor Darah Buka Rangkaian Acara Sambut HUT ke 18 Bela Hotel Ternate Maluku Utara
Hingga semester I 2025, dari 11 Pemda, 10 di antaranya sudah masuk kategori digital.
Capaian ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, ketika masih terdapat dua Pemda yang belum masuk kategori digital.
"Mudah-mudahan pada semester kedua seluruh Pemda sudah menerapkan transaksi digital sepenuhnya, "tandas Dwi Putra. (*)
| 3 Berita Populer Malut: Kasus Asusila Serda Arifin - Briptu AA Disomasi Rp 400 Juta Usai Batal Nikah |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Mayat Tak Utuh Ditemukan di Pantai Doro Halmahera Selatan, Diduga Sofyan Toton |
|
|---|
| Pemkab Halmahera Tengah Perpanjang Pendaftaran Seleksi Direktur Utama Perumda Tirta |
|
|---|
| ANTAM Group Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Halmahera Timur |
|
|---|
| Halmahera Tengah Genjot Transformasi Digital, Penggunaan Aplikasi Srikandi Melonjak hingga 75 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Transaksi-QRIS-di-maluku-Utara-Bertumbuh.jpg)