Halmahera Timur
Sekitar Site Moronopo Halmahera Timur Akan Dibangun Fly Over, Ini Tujuannya
Ringkasan Berita:1. Sekitar Site Moronopo di Halmahera Timur, Maluku Utara akan dibangun fly over
2. Site Moronopo merupakan area pertambangan yang dikerjakan ataui dikelola oleh PT Nusa Karya Arindo (NKA)
3. Jalan di Site Moronopo menjadi salah satu lokasi rawan longsor bila masuk musim penghujan
TRIBUNTERNATE.COM, MABA - Sekitar Site Moronopo di Halmahera Timur, Maluku Utara akan dibangun fly over.
Site Moronopo merupakan area pertambangan yang dikerjakan ataui dikelola oleh PT Nusa Karya Arindo (NKA).
Jalan di Site Moronopo menjadi salah satu lokasi rawan longsor bila masuk musim penghujan.
Kalau longsor terjadi, maka sudah pasti mengganggu arus lalu lintas sebab pembersihan material longsor memakan waktu lama.
Baca juga: Jelang Ramadan 2026, Harga Cabai Keriting di Pasar Labuha Naik ke Rp 70 Ribu per Kilogram
Karenanya fly over dirasa menjadi solusi tepat untuk menjadi jawaban jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Kepada Tribunternate.com, Kepala Dinas Perhubungan Halmahera Timur Dwi Cahyono mengaku, pihaknya dan anggota Komisi III DPRD Halmaheta Timur baru-baru ini menyambangi kantor PT NKA di Jakarta.
Pertemuan itu menyangkut rencana pembangunan fly over (jembatan layang atau jalan layang) yang dimaksud.
"Tujuannya (pertemuan) untuk menjaga kualitas jalan. Informasi yang kami terima, di Desember, masih pada tahapan penyediaan pembangunan."
"Sampai saat ini, setelah tim dari pusat turun, kami belum mendapat informasi lanjutan, tetapi prosesnya sudah sampai di tahap tersebut, "ujar Dwi, Senin (16/2/2026) diruang kerjanya.
Dikatakan, proses pembangunan fly over akan menggunakan mekanisme pemilihan atau tender, termasuk tahapan verifikasi hingga penetapan pemenang.
"Saya yakin prosesnya tetap berjalan sesuai mekanisme, ada pemilihan, ada pemenangnya, kemudian ada verifikasi dan seterusnya."
"Mudah-mudahan kalau memang tidak ada kendala, saya optimistis pembangunan bisa dimulai tahun ini, "harapnya.
Meski demikian, Dwi mengaku belum dapat memastikan waktu pekerjaan dimulai.
Ia mempersilakan awak media dan pihak terkait untuk mengonfirmasi langsung kepada PT NKA.
Terkait adanya pekerjaan saluran air di sisi jalan yang terlihat sudah terdapat tumpukan material.
Dwi menegaskan bahwa hal tersebut merupakan pekerjaan drainase dan bukan bagian dari proyek fly over.
"Itu berbeda, karena yang sedang dikerjakan saat ini adalah pembangunan drainase, "katanya.
Harapan pemerintah daerah dan masyarakat agar rencana pembangunan fly over tidak hanya menjadi wacana, melainkan benar-benar direalisasikan.
"Jangan sampai ini hanya ditenderkan tetapi tidak ada bukti pekerjaan di lapangan."
"Kami berharap jika pemenang tender sudah ditetapkan, maka pekerjaan segera dilaksanakan, "harapnya.
Ia juga mengingatkan agar pihak perusahaan melakukan pemetaan (mapping) secara matang sebelum pekerjaan dimulai.
Baca juga: Pemkab Halmahera Selatan: Warkop Membangun Pemahaman Publik Terhadap Arah Pembangunan Daerah
Sehingga pelaksanaan pembangunan tidak mengganggu aktivitas kendaraan umum.
"Pekerjaan ini membutuhkan waktu dan persiapan, maka harus ada perencanaan yang baik."
"Kami minta perusahaan melakukan mapping agar saat pekerjaan berlangsung tidak mengganggu aktivitas jalan umum, "tandas Dwi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Lokasi-longsor-di-Site-Moronopo-Halmahera-Timur-Maluku-Utara.jpg)