Minggu, 12 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Ramadan 2026

Jelang Ramadan 2026, Harga Cabai Keriting di Pasar Labuha Naik ke Rp 70 Ribu per Kilogram

Menurut sejumlah pedagang Pasar Labuha, Halmahera Selatan, kenaikan harga kebutuhan dapur disebabkan keterbatasan stok dan lambatnya pengiriman

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Nurhidayat Hi Gani
HARGA: Tomat dan cabai keriting yang dijual pedagang Pasar Labuha, Halmahera Selatan, Senin (16/2/2026). Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga kebutuhan dapur disebabkan keterbatasan stok dan lambatnya pengiriman 

Ringkasan Berita:1. Harga tomat dan cabai Keriting naik di Pasar Labuha, Halmahera Selatan jelang Ramadan 2026
2. Tomat yang sebelumnya Rp 20 ribu kilogram, kini berada di posisi Rp 30 ribu per kilogram
3. Sementara cabai kerting dari Rp40 ribu per kilogram, naik Rp70 ribu per kilogram

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Harga tomat dan cabai Keriting naik di Pasar Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara jelang Ramadan 2026.

Tomat yang sebelumnya Rp 20 ribu kilogram, kini berada di posisi Rp 30 ribu per kilogram.

Sementara cabai keriting dari Rp 40 ribu per kilogram, naik Rp 70 ribu per kilogram.

"Tomat dan rica (cabai) keriting yang harga naik, harga naik sekitar dua hari lalu, "aku Nurbaya (55), pedangan, Senin (16/2/2026).

Baca juga: Pemkab Halmahera Selatan: Warkop Membangun Pemahaman Publik Terhadap Arah Pembangunan Daerah

Menurut Nurbaya, kenaikan harga kebutuhan dapur ini disebabkan oleh keterbatasan stok dan lambatnya pengiriman.

"Stok petani di sini terbatas, sementara pengiriman dari Manado ke Ternate dan Ternate ke Bacan itu terlambat, "ungkapnya.

Meski harga tomat dan cabai keriting naik, namun harga bawang merah dan bawang relatif stabil.

HARGA: Tomat dan cabai keriting yang dijual pedagang Pasar Labuha, Halmahera Selatan, Senin (16/2/2026).
HARGA: Tomat dan cabai keriting yang dijual pedagang Pasar Labuha, Halmahera Selatan, Senin (16/2/2026). (TribunTernate.com/Nurhidayat Hi Gani)

Sebab masyarakat masih bisa menutupi kenikan harga tomat dan cabai keriting dengan kebutuhan lain.

"Kalau bawang merah dan bawang putih masih Rp 60 ribu per kilo."

"Jadi kalau masyarakat beli tomat dan cabai keriting dengan harga di atas, tapi yang lain harganya masih stabil, "tandasnya.

Senada, Rukmini (45), pedagang lainnya mengatakan, kenaikan harga tomat dan cabai keriting disebabkan faktor keterbatasan.

"Jadi kami dapat dari distributor juga susah, dan itu harganya sudah beda."

"Sehingga kami juga naikkan sedikit harga untuk dapat keuntungan, "tuturnya.

Baca juga: Bank Indonesia Maluku Utara Edar Rp 933 Miliar Selama Ramadan 2026

Meski begitu, Rukmini mengatakan cabai keriting yang setiap hari diburu masyarakat harganya turun dari Rp 100 ribu ke Rp 80 ribu per kilogram.

"Rica nona (cabai rawit) turun sedikit. Kalau perbandingan, orang lebih banyak beli rica nona dari pada rica keriting."

"Tapi dari semua harga ini naik turun terus, dia tidak tetap, "tutup Rukmini. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved