Halmahera Timur

Pemuda Desa Loleolamo Dorong Master Plan Pulau Paniki Jadi Ikon Wisata Halmahera Timur

Dok: Humas Pemkab Halmahera Timur
DESTINASI: Wisata Pulau Paniki di Halmahera Timur. Ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan perlu diimbangi dengan pengembangan sektor lain, salah satunya pariwisata 
Ringkasan Berita:1. Komunitas Pemuda Sadar Wisata Desa Loleolamo mendorong percepatan penyusunan master plan pengembangan wisata Pulau Paniki
2. Dorongan tersebut disampaikan dalam agenda silaturahmi bersama Kepala BP4D Halmahera Timur Abdul Halim J. Kipu, Kamis (2/4/2026)
3. Ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan perlu diimbangi dengan pengembangan sektor lain, salah satunya pariwisata

TRIBUNTERNATE.COM, MABA - Komunitas Pemuda Sadar Wisata Desa Loleolamo mendorong percepatan penyusunan master plan pengembangan wisata Pulau Paniki di Kecamatan Maba Selatan sebagai destinasi unggulan di Halmahera Timur, Maluku Utara.

Dorongan tersebut disampaikan dalam agenda silaturahmi bersama Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Halmahera Timur Abdul Halim J. Kipu di Kecamatan Kota Maba, Kamis (2/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana penyusunan master plan pulau paniki untuk memastikan pengelolaan wisata yang terarah dan berkelanjutan.

Perwakilan Komunitas Pemuda Sadar Wisata Rusmin Hasan menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya bersama BP4D akan melakukan kunjungan langsung ke pulau paniki untuk pengukuran luasan wilayah menggunakan drone.

Baca juga: Sekkab Halmahera Timur Ricky Richfat Dukung Peningkatan Fasilitas Pendidikan Unkhair Ternate

"Kami bersama Kaban BP4D berencana turun langsung ke Pulau Paniki minggu depan untuk mengukur luasan kawasan dengan drone sebagai dasar penyusunan master plan, agar pengelolaan wisata bisa lebih tertata dan berkelanjutan, "katanya.

Sementara komunitas juga telah merencanakan agenda jangka panjang berupa Festival Nelayan yang akan digelar pada 2027 di Pulau Paniki.

Rusmin berharap pemerintah daerah lebih serius dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Mengingat pulau paniki dinilai memiliki potensi besar sebagai ikon wisata baru yang mampu meningkatkan pendapatan desa dan daerah.

"Kami optimistis Pulau Paniki bisa menjadi ikon wisata Halmahera Timur yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat, "harapnya.

Seraya mengapresiasi pemerintah daerah khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), yang telah membantu pembangunan 2 unit fasilitas pendukung berupa tempat ganti dan toilet di kawasan wisata tersebut.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut sangat membantu meningkatkan kenyamanan pengunjung yang datang ke Pulau Paniki.

Ia menilai bahwa ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan perlu diimbangi dengan pengembangan sektor lain, salah satunya pariwisata.

"Pemerintah daerah sudah harus melakukan lompatan baru melalui pengembangan destinasi wisata, "ucapnya.

Baca juga: Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub Serahkan LKPD T.A 2025: Target Kembali Raih WTP

Karena pengembangan sektor pariwisata memiliki sejumlah manfaat strategis, antara lain:

  1. Meningkatkan pendapatan daerah
  2. Membuka lapangan kerja
  3. Mempromosikan budaya lokal
  4. Mendorong pembangunan infrastruktur, serta
  5. Meningkatkan citra daerah di mata investor dan wisatawan

"Dengan pengembangan wisata yang serius, kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dan potensi daerah bisa lebih dikenal luas, "tandas Rusmin. (*)