Sabtu, 11 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Doa Saat Cemburu pada Suami, Diajarkan Rasulullah SAW agar Hati Tenang dan Terhindar Amarah

Kecemburuan terhadap pasangan sebaiknya tidak sampai menimbulkan niat jahat karena Allah mengharamkan yang demikian

pexels.com/thirdman
DOA - ILUSTRASI Seorang muslimah berdoa. Berikut doa ketika cemburu kepada suami, agar terhindar dari amarah, Sabtu (25/10/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM - Kecemburuan terhadap pasangan sebaiknya tidak sampai menimbulkan niat jahat karena Allah mengharamkan yang demikian.

Sa'ad Bin Ubadah berkata: “Kalaulah kulihat seorang laki-laki bersama istriku, niscaya aku penggal dia dengan pedang di bagian mata pedangnya, bukan dengan pinggirnya”. Berita ini kemudian terdengar oleh Rasulullah sehingga beliau bersabda: “Adakah kalian merasa heran dengan kecemburuan Sa'ad? Demi Allah. Sungguh aku lebih cemburu dari dia, dan Allah lebih cemburu daripada aku. Dan kecemburuan Allah itulah Allah mengharamkan segala kejahatan baik yang nampak maupun yang tersembunyi." (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah juga tidak menyukai hamba-Nya menjadi dayuts, yaitu membiarkan anggota keluarganya melanggar syariat, misalnya membiarkan istrinya atau mahramnya membuka aurat.

Baca juga: Doa agar Tidak Hujan Deras dan Terhindar dari Bencana, Lengkap dengan Teks Arab dan Artinya

Rasulullah bersabda: Ada tiga orang yang tidak akan Allah lihat pada hari kiamat: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang meniru gaya lelaki, dan dayuts, yaitu seseorang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian. Dan tiga golongan mereka tidak akan masuk surga; anak yang durhaka kepada orang tua, pencandu khamar, dan orang yang selalu menyebut-nyebut pemberiannya.” (HR. Ahmad dan Sunan an-Nasa'i).

Dalam buku Kamus Doa karya Luqman Junaedi terdapat doa ketika seseorang cemburu atau kesal kepada pasangannya.

Doa saat Cemburu pada Suami

بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ دَاوِنِي بِدَوَائِكَ، وَاشْفِنِي بِشِفَائِكَ، وَاغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّن سِوَاكَ، وَاحْذَرْعَنِّي أَذَاكَ

Bismillāh, Allāhumma dāwinī bidawā’ika, washfinī bishifā’ika wa aghninī bifaḍlika ‘amman siwāka, wa aḥẓar ‘annī adhāk(a).

Artinya: "Dengan nama Allah. Ya Allah, obatilah aku dengan obat dari-Mu, sembuhkan aku dengan kesembuhan dari-Mu, cukupkan aku dengan karunia-Mu agar aku tidak meminta kepada selain Engkau, dan lindungilah aku dari siksa-Mu." (HR. Ibnu As-Sunni)

Ketika membaca doa ini, Rasulullah Saw. menyuruh agar istri yang cemburu meletakkan tangan kanan di dadanya.

اللَّهُمَّ أَلْهِمْنِي رُشْدِي، وَأَعِذْنِي مِنْ شَرِّ نَفْسِي

Allāhumma alhimnī rusydī, wa a‘idznī min syarri nafsī.

Artinya: "Ya Allah ampunilah dosaku, hilangkan kekesalan dalam hatiku dan jauhkanlah aku dari setan." (HR. Ibnu AS-Sunni)

Hadis tentang Kecemburuan Istri-istri Rasulullah

Rasa cemburu terhadap pasangan merupakan hal yang manusiawi, bahkan perasaan cemburu juga dirasakan oleh istri-istri Rasulullah.

Dalam hadis disebutkan bahwa istri Rasulullah, 'Aisyah ra. dan Hafsah ra., cemburu satu sama lain ketika bepergian bersama Rasulullah.

Hasfah adalah mantan istri Kunais bin Huzafah bin Qais bin 'Adi al-Sahmi al-Quraisy yang meninggal setelah perang Uhud.

Rasulullah menikahi Hafsah setelah Umar bin Khattab, ayah Hafsah, menceritakan keadaan Hafsah yang menjanda, seperti dijelaskan dalam skripsi Manajemen Konflik: Studi Atas Hadis-Hadis Tentang Kecemburuan Istri-Istri Nabi Saw oleh Ali Akbar, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2017).

Dari ʻĀisyah dia berkata: "Apabila Rasulullah saw. hendak bepergian, maka beliau pun mengundi para isterinya. Pada suatu ketika, undian tersebut jatuh kepada ʻĀisyah dan Ḥafṣah. Akhirnya kami pun bertiga pergi bersama-sama. Ketika malam tiba, Rasulullah saw. biasanya menempuh perjalanan bersama ʻĀisyah sambil berbincang-bincang dengannya. Hingga suatu saat Ḥafṣah berkata kepada ʻĀisyah; 'Hai ʻĀisyah, bagaimana jika malam ini kamu mengendarai untaku dan aku mengendarai untamu. Setelah itu, kita akan memperhatikan apa yang akan terjadi nanti.ʻĀisyah menjawab; "Baiklah!" Lalu ʻĀisyah mengendarai unta milik Ḥafṣah dan Ḥafṣah sendiri mengendarai unta milik ʻĀisyah. Tak lama kemudian Rasulullah mendatangi unta milik ʻĀisyah yang kini dikendarai Ḥafṣah. Rasulullah mengucapkan salam kepadanya dan menempuh perjalanan bersamanya hingga mereka singgah di suatu tempat. Sementara itu, ʻĀisyah merasa kehilangan Rasulullah hingga ia merasa cemburu. Oleh karena itu, ketika mereka singgah di suatu tempat, maka ʻĀisyah menjulurkan kedua kakinya di antara pohon iżkhir sambil berkata; Ya Allah perintahkanlah kalajengking atau ular untuk menggigitku, karena aku tidak kuasa untuk mengatakan sesuatu kepada Rasul-Mu.” (HR. Muslim).

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved