Jumat, 29 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kunci Jawaban

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 62 Aktivitas 3.3 Bab 3

Ulasan soal dan kunci jawaban Kelas 10 PAI Kurikulum Merdeka Bab 3 Halaman 62, Aktivitas 3.3: Kisah Inspirasi - Penghuni Surga, Bab 3.

Tayang:
Editor: Primaresti
TribunJogja.com
KUNCI JAWABAN - Ilustrasi siswa SMA di kelas. Ulasan soal dan kunci jawaban Kelas 10 PAI Kurikulum Merdeka Bab 3 Halaman 62, Aktivitas 3.3: Kisah Inspirasi - Penghuni Surga, Bab 3. 

TRIBUNTERNATE.COM - Dalam buku pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X Kurikulum Merdeka, siswa akan diminta mengerjakan soal di Halaman 62.

Materi tercantum Bab 3 "Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Berfoya-foya, Riya', Sum'ah, Takabur, dan Hasad", pada bagian Aktivitas 3.3: Kisah Inspirasi - Penghuni Surga..

Adapun buku pelajaran yang digunakan merupakan karya Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati, diterbitkan Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek pada tahun 2021.

Selengkapnya, berikut Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 62, Aktivitas 3.3: Kisah Inspirasi - Penghuni Surga..

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 61 Aktivitas 3.2 Bab 3

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 62 Kurikulum Merdeka

Aktivitas 3.3

Baca dan cermatilah artikel di bawah ini, kemudian tulislah nilai-nilai keteladanan yang dapat diambil dari artikel tersebut!

Jawaban:

Berdasarkan artikel tentang "Penghuni Surga" tersebut, berikut adalah nilai-nilai keterladanan yang dapat diambil:

1. Hati yang Bersih dari kedengkian (Hasad)

Ini adalah nilai keteladanan yang paling utama dan menjadi kunci utama mengapa laki-laki tersebut disebut sebagai penghuni surga.

Ia tidak pernah merasa iri atau dengki atas nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.

Sikap ini menunjukkan kebersihan hati dan keikhlasan dalam menerima takdir Allah.

Sifat hasad dapat merusak amal kebaikan dan meracuni hati, sehingga menjauhkan seseorang dari kebaikan.

2. Keikhlasan dan kesederhanaan dalam Beribadah

Meskipun ibadah yang dilakukan laki-laki tersebut tergolong "biasa saja" (tidak melakukan puasa sunnah atau tahajud), namun hal tersebut tidak mengurangi kedudukannya di sisi Allah.

Hal ini mengajarkan bahwa kualitas ibadah lebih penting dari kuantitas.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved