Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kunci Jawaban

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 308: Uraian Bab 10

Ulasan soal dan kunci jawaban Kelas 10 PAI Kurikulum Merdeka Bab 10 Halaman 308, soal uraian Penilaian Pengetahuan, Bab 10.

Editor: Primaresti
Surya.co.id/ Habibur Rohman
KUNCI JAWABAN - Ilustrasi. Siswa SMA melakukan praktek di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya, Senin (4/11/2024). Ulasan soal dan kunci jawaban Kelas 10 PAI Kurikulum Merdeka Bab 10 Halaman 308, soal uraian Penilaian Pengetahuan, Bab 10. 

TRIBUNTERNATE.COM - Dalam buku pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X Kurikulum Merdeka, siswa akan diminta mengerjakan soal di Halaman 308.

Materi tercantum Bab 10 "Peran Tokoh Ulama dalam Penyebaran Islam di Indonesia (Metode Dakwah Islam Oleh Wali Songo di Tanah Jawa)", pada bagian soal uraian Penilaian Pengetahuan.

Adapun buku pelajaran yang digunakan merupakan karya Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati, diterbitkan Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek pada tahun 2021.

Selengkapnya, berikut Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 308, soal uraian Penilaian Pengetahuan Bab 10.

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 305, 306, 307: Pilihan Ganda Bab 10

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 308 Kurikulum Merdeka

Penilaian Pengetahuan

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!

1. Mengapa para Wali Songo dalam berdakwah menggunakan pendekatan tadrij dan ‘adamul haraj? Jelaskan!

Jawaban: Karena dengan metode tadrij (bertahap) dan ‘adamul haraj (tidak menyakiti) dalam berdakwah, para Wali Songo tersebut:

  • Tidak ada ajaran yang diberlakukan secara mendadak, segala sesuatu melalui proses penyesuaian, bahkan sering bertentangan dengan Islam, maka secara bertahap, hal tersebut diluruskan oleh para wali dengan metode dakwah yang penuh kelembutan dan kedamaian.
  • Para wali tidak menyebarkan ajaran Islam dengan mengusik tradisi asli masyarakat Nusantara, bahkan tidak mengusik agama dan kepercayaan mereka, namun memperkuatnya dengan cara-cara yang islami.

2. Mengapa Sunan Kudus memutuskan melarang untuk menyembelih sapi pada saat pelaksanaan hari raya Idul Adha di wilayah Kudus dan sekitarnya? Jelaskan!

Jawaban: Karena merupakan bentuk toleransi, penghormatan dan penghargaan kepada umat Hindu, sehingga pada saat hari raya Idul Adha Sunan Kudus tidak memperbolehkan umat Islam untuk menyembelih sapi, hewan yang dianggap keramat dan suci bagi umat Hindu.

3. Bagaimanakah strategi Sunan Bonang dalam melakukan upaya penyebaran Islam di wilayah pulau Jawa, khususnya wilayah Tuban dan sekitarnya? Jelaskan!

Jawaban: Sunan Bonang memanfaatkan salah satu alat musik tradisional yang ada di Jawa Timur yaitu bonang yang merupakan salah satu instrument dalam set gamelan Jawa dan menciptakan suluk/syair-syair yang berisi ajaran-ajaran Islam, kemudian disenandungkan dengan diiringi alunan musik gamelan tersebut.

4. Mengapa Sunan Gresik menghapuskan sistem kastanisasi yang merupakan tradisi yang berasal dari ajaran agama Hindu sebelumnya? Jelaskan!

Jawaban: Maulana Malik Ibrahim tergerak untuk melakukan perbaikan, karena dalam ajaran Islam, pengelompokan manusia berdasarkan kasta merupakan kerusakan moral dan tidak sesuai dengan ajaran Islam, di mana tidak ada yang membedakan derajat satu orang dengan orang yang lain melainkan ketakwaannya kepada Allah SWT.

5. Bagaimanakah pendapatmu, terhadap cara-cara dakwah kontemporer dengan menggunakan propaganda media sosial, yang di dalamnya banyak terdapat ujaran kebencian, memaki-maki, kasar dan tidak beradab baik kepada sesama muslim maupun kepada umat lain? Jelaskan!

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved