Profil Tokoh
Jejak Panjang Sidharto Reza Suryodipuro, Diplomat Indonesia yang Kini Pimpin Dewan HAM PBB
Nama Sidharto Reza Suryodipuro mencatatkan sejarah baru bagi diplomasi Indonesia di panggung global. Diplomat senior kelahiran Cologne (Koln)
Ringkasan Berita:
- Nama Sidharto Reza Suryodipuro mencatatkan sejarah baru bagi diplomasi Indonesia di panggung global.
- Diplomat senior kelahiran Cologne (Koln), Jerman Barat, 29 September 1966 ini resmi menjabat sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations Human Rights Council (UNHRC).
- Sidharto bukan sosok baru dalam dunia hubungan internasional. Ia berasal dari keluarga diplomat sekaligus bangsawan Jawa.
TRIBUNTERNATE.COM - Nama Sidharto Reza Suryodipuro mencatatkan sejarah baru bagi diplomasi Indonesia di panggung global.
Diplomat senior kelahiran Cologne (Koln), Jerman Barat, 29 September 1966 ini resmi menjabat sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations Human Rights Council (UNHRC).
Sidharto bukan sosok baru dalam dunia hubungan internasional. Ia berasal dari keluarga diplomat sekaligus bangsawan Jawa. Kakeknya, Suyoto Suryodipuro, dikenal sebagai salah satu pendiri Kementerian Luar Negeri RI dan Radio Republik Indonesia (RRI). Garis keturunan Keraton Mangkunegaran Surakarta turut mewarnai latar belakang hidupnya.
Baca juga: Malut United Bisa Jadi Juara Paruh Musim Jika Semua Skenario Ini Terpenuhi
Menariknya, jalur diplomasi bukanlah cita-cita awal Sidharto. Semasa SMA, ia bercita-cita menjadi pilot dan memilih jurusan Ilmu Pengetahuan Alam. Namun keterbatasan penglihatan mengubah arah hidupnya.
Ia kemudian menempuh pendidikan Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan, masuk pada 1986.
Pada 1991, dengan restu sang kakek, Sidharto melamar ke Kementerian Luar Negeri RI, menandai awal pengabdiannya sebagai diplomat sejak Maret 1992.
Pendidikan internasional turut menguatkan kiprahnya. Ia meraih gelar Master of Arts (M.A) bidang keamanan nasional dari Naval Postgraduate School, Monterey, California, Amerika Serikat, pada 2003 melalui beasiswa Fulbright, dengan predikat istimewa.
Karier Diplomatik Lintas Kawasan
Selama lebih dari tiga dekade berkarier, Sidharto dikenal luas di lingkungan ASEAN dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ia mengisi berbagai posisi strategis, mulai dari delegasi Indonesia dalam komite penjaga perdamaian PBB, diplomat di Kedutaan Besar RI di Canberra, hingga perwakilan Indonesia di Dewan Keamanan PBB di New York.
Ia juga pernah menjabat Wakil Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, serta menjadi Duta Besar RI untuk India dan Bhutan. Bahkan, Sidharto tercatat sebagai Duta Besar RI pertama untuk Bhutan sejak hubungan diplomatik kedua negara terjalin pada 2011.
Di tingkat nasional, ia dipercaya sebagai Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI sejak 2020. Atas kontribusinya dalam perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri, Sidharto dianugerahi Hassan Wirajuda Award pada 2020.
Karier internasionalnya berlanjut ketika ia dilantik sebagai Wakil Tetap Indonesia untuk Kantor PBB dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, pada Agustus 2025.
Resmi Pimpin Dewan HAM PBB
Puncak pengabdian diplomatik Sidharto tercapai ketika ia resmi dilantik sebagai Presiden Dewan HAM PBB pada Kamis, 8 Januari 2026, di Jenewa, Swiss. Penunjukannya disetujui lebih awal dalam pertemuan Dewan HAM PBB pada 23 Desember 2025, dengan 34 dari 47 negara anggota memberikan dukungan.
Sidharto dinominasikan oleh Kelompok Negara Asia-Pasifik dan akan mengemban jabatan tersebut selama satu tahun hingga 31 Desember 2026, memimpin Dewan HAM PBB dalam siklus ke-20, dua dekade sejak lembaga itu berdiri pada 2006.
Baca juga: Profil Yaqut Cholil Qoumas, Eks Menag yang Kini Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024
Dalam pidato perdananya, Sidharto menegaskan pentingnya sejarah Dewan HAM PBB sebagai kompas masa depan, serta komitmen terhadap prinsip universalitas, objektivitas, dan non-selektivitas dalam penanganan isu HAM global.
| Dari Guru Berprestasi ke Pimpinan Sekolah Unggulan, Sabaria Siap Bawa SMAN 1 Ternate Lebih Maju |
|
|---|
| Dari ASN 2002 ke Kursi Eselon II, Basyuni Thahir Resmi Nahkodai Dinas Kehutanan Maluku Utara |
|
|---|
| Mengenal Sosok Jendra Firdaus, Aspidsus Kejati Maluku Utara yang Baru |
|
|---|
| Profil Mayjen Dody Triwinarto, Lulusan Akmil 1996 yang Dipercaya Jabat Pangdam XV/Pattimura |
|
|---|
| Profil dan Jejak Karier Alien Mus, Kembali Dipercaya Bahlil Lahadalia Pimpin Golkar Maluku Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sosok-Sidharto-Reza-Suryodipuro.jpg)