BPJS Kesehatan
Karena Sehat Itu Penting, JKN Harus Aktif
Suaib Fabanyo, pensiunan PNS, mengaku telah merasakan manfaat jaminan kesehatan sejak masih bernama ASKES pada 2007 hingga kini menjadi Program JKN
Ringkasan Berita:
- Suaib Fabanyo, pensiunan PNS, mengaku telah merasakan manfaat jaminan kesehatan sejak masih bernama ASKES pada 2007 hingga kini menjadi Program JKN.
- Ia menilai pelayanan kesehatan saat ini jauh lebih mudah berkat sistem digital BPJS Kesehatan yang memungkinkan peserta cukup menunjukkan KTP saat berobat.
TRIBUNTERNATE.COM - Di usia senjanya, Suaib Fabanyo masih mengingat jelas pengalamannya menggunakan layanan jaminan kesehatan sebagai pensiunan pegawai negeri sipil (PNS).
Sebagai pensiunan PNS, Suaib telah mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan sejak lama. Ia bahkan sudah rutin memanfaatkan layanan tersebut sejak 2007, ketika program itu masih bernama ASKES sebelum berubah menjadi BPJS Kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Suaib mengaku proses administrasi pelayanan kesehatan pada masa itu masih cukup rumit dibandingkan sekarang.
Baca juga: Iksan Dampingi Istri Jalani Perawatan Tanpa Cemas Biaya
Setiap kali hendak berobat ke rumah sakit atau puskesmas, ia harus menyiapkan berbagai dokumen, mulai dari fotokopi kartu ASKES, surat rujukan, hingga berkas pendukung lainnya. Jika ada dokumen yang tertinggal, proses pelayanan menjadi terhambat.
“Dulu itu kalau mau berobat kita harus siapkan banyak berkas. Fotokopi kartu, surat rujukan, dan lain-lain harus dibawa semua. Kalau ada yang tertinggal biasanya harus kembali lagi untuk melengkapi,” ujar Suaib mengenang pengalamannya.
Namun menurutnya, pelayanan kesehatan saat ini sudah jauh lebih baik dan memudahkan peserta JKN.
Berkat sistem digital yang diterapkan BPJS Kesehatan, proses pelayanan menjadi lebih praktis dan cepat. Peserta tidak lagi harus membawa banyak dokumen saat berobat.
“Sekarang sudah jauh lebih mudah. Kita datang ke rumah sakit cukup tunjukkan KTP saja dan sudah bisa langsung terlayani. Tidak ribet lagi seperti dulu,” katanya.
Suaib mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Program JKN. Menurutnya, BPJS Kesehatan menjadi penolong masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.
Ia merasa lebih tenang karena tidak perlu lagi khawatir memikirkan biaya pengobatan selama mengikuti prosedur yang berlaku dan status kepesertaan tetap aktif.
“BPJS Kesehatan ini sangat bermanfaat, apalagi kalau kondisi darurat. Kita tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya berobat karena semuanya sudah ditanggung selama mengikuti prosedur dan kartunya aktif,” ungkapnya.
Berangkat dari pengalaman pribadi tersebut, Suaib semakin yakin pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Karena itu, seluruh anggota keluarganya dipastikan terdaftar sebagai peserta JKN.
Bahkan anak-anaknya yang telah berusia 21 tahun dan tidak lagi menempuh pendidikan tetap didaftarkan sebagai peserta JKN Mandiri agar tetap memperoleh perlindungan kesehatan.
Menurut Suaib, perlindungan kesehatan harus dipersiapkan sejak dini sebagai bentuk antisipasi apabila sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Karena saya sendiri sudah merasakan manfaatnya, maka anak-anak saya yang sudah tidak sekolah lagi tetap saya daftarkan sebagai peserta JKN Mandiri. Namanya sakit kita tidak pernah tahu kapan datangnya, jadi lebih baik sudah siap dari awal,” jelasnya.
Baca juga: 12 Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 8 Mei 2026: Nasib, Rezeki dan Peluang
| Iksan Dampingi Istri Jalani Perawatan Tanpa Cemas Biaya |
|
|---|
| Efendy S Rasakan Manfaat JKN Saat Berjuang Melawan Infeksi Lambung Akut |
|
|---|
| Rekonsiliasi Data JKN Jadi Kunci Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan di Maluku Utara |
|
|---|
| Direksi Baru BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan, Jawab Kebutuhan Peserta |
|
|---|
| Nurul Ceritakan Program JKN Bantu Sembuhkan dari Batu Empedu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Layanan-JKN-Suaib-Fabanyo.jpg)