Minggu, 10 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Erupsi Gunung Dukono

Gunung Dukono Kembali Erupsi Sore Ini, Abu Vulkanik Capai 900 Meter

Tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 900 meter di atas puncak atau kurang lebih 1.987 meter di atas permukaan laut

Tayang:
Dok PVMBG
ERUPSI GUNUNG DUKONO - CCTV Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, yang kembali mengalami erupsi pada Sabtu (9/5/2026) pukul 16.49 WIT. Foto diunduh dari dok PVMBG, Sbru (9/5/2026). Di mana, Gunung Dukono Kembali Erupsi Sore Ini, Abu Vulkanik Capai 900 Meter. 

TRIBUNTERNATE.COM, TOBELO – Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (9/5/2026) pukul 16.49 WIT.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 900 meter di atas puncak atau kurang lebih 1.987 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan condong ke arah timur laut, timur, serta tenggara.

Baca juga: Satu Pendaki Hilang Akibat Erupsi Gunung Dukono Halut Ditemukan Meninggal Dekat Kawah

ERUPSI GUNUNG DUKONO - CCTV Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, yang kembali mengalami erupsi pada Sabtu (9/5/2026) pukul 16.49 WIT. Foto diunduh dari dok PVMBG, Sbru (9/5/2026).
ERUPSI GUNUNG DUKONO - CCTV Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, yang kembali mengalami erupsi pada Sabtu (9/5/2026) pukul 16.49 WIT. Foto diunduh dari dok PVMBG, Sbru (9/5/2026). (Dok PVMBG)

Erupsi tersebut juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 3 detik.

Saat ini, status Gunung Dukono masih berada pada Level II atau Waspada.

PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono maupun wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer dari kawah aktif.

Selain itu, warga juga diminta selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut mengingat erupsi abu vulkanik terjadi secara periodik dan arah sebaran abu dapat berubah mengikuti arah angin.

PVMBG mengingatkan abu vulkanik berpotensi mengganggu sistem pernapasan sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap dampak erupsi Gunung Dukono

Tentang Gunung Dukono

Secara administratif, Gunung Dukono berada di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. 

Gunung api bertipe stratovolcano ini terletak di bagian utara Pulau Halmahera dan menjadi salah satu destinasi pendakian sekaligus kawasan yang terus dipantau karena aktivitas vulkaniknya.

Gunung Dukono memiliki ketinggian sekitar 1.087 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Berdasarkan catatan sejarah vulkanologi, erupsi Gunung Dukono telah tercatat sejak tahun 1550. 

Aktivitas gunung ini berlangsung sangat panjang dan berulang, menjadikannya salah satu gunung api paling aktif di Maluku Utara.

Dalam beberapa tahun terakhir, Gunung Dukono tercatat terus mengalami erupsi dengan intensitas yang fluktuatif. 

Erupsi biasanya berupa semburan abu vulkanik setinggi ratusan hingga ribuan meter dari kawah utama.

Pada erupsi sebelumnya, hujan abu sempat berdampak pada sejumlah desa di sekitar Kecamatan Galela dan Tobelo.

Aktivitas penerbangan di wilayah Maluku Utara juga beberapa kali mendapat peringatan akibat sebaran abu vulkanik.

Dari Ternate ke Gunung Dukono

Dari Kota Ternate menuju Gunung Dukono, jaraknya kurang lebih 170 hingga 200 kilometer. Tergantung jalur perjalanan yang digunakan.

Perjalanan dari Ternate biasanya dimulai dengan menyeberang menggunakan kapal cepat atau ferry menuju Pelabuhan Sofifi. 

Bisa juga melalui Pelabuhan Sidangoli di Halmahera Barat. 

Dari sana, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Tobelo, ibu kota Kabupaten Halmahera Utara.

Dari Tobelo, perjalanan ke kaki Gunung Dukono dilanjutkan menuju Desa Mamuya yang menjadi salah satu titik awal pendakian. 

Waktu tempuh keseluruhan dari Ternate menuju kawasan Gunung Dukono dapat mencapai 6 hingga 8 jam perjalanan.(*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved