Kamis, 14 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

SMK Negeri di Malut Didorong Adaptif terhadap Kebutuhan Dunia Kerja

Pemprov Maluku Utara menegaskan komitmennya memperkuat SMK sebagai sektor strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil

Tayang:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Istimewa
PROGRAM - Rakor optimalisasi tata kelola dan sinkronisasi program SMK, yang berlangsung pada 12–13 Mei 2026 di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Sofifi. 
Ringkasan Berita:
  1. Pemprov Malut menegaskan komitmennya memperkuat SMK sebagai sektor strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil.
  2. Program “SMK Menanam” yang digagas Disdikbud Malut mulai menunjukkan hasil positif, salah satunya panen 2 ton jagung oleh SMKN 4 Tidore.
  3. Rapat koordinasi SMK tahun 2026 membahas penguatan pendidikan vokasi melalui sinkronisasi data, kemitraan industri, pengembangan guru produktif, dan peningkatan kualitas lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja.

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI – Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe terus memperkuat sekolah kejuruan sebagai sektor strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi optimalisasi tata kelola dan sinkronisasi program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara.

Kegiatan yang berlangsung pada 12–13 Mei 2026 di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Sofifi, itu dihadiri 63 kepala SMK negeri se-Maluku Utara dan dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Maluku Utara, Kadri Laetje.

Baca juga: Dukung Operasional Alat Medis, PLN UP3 Ternate Tambah Daya RSUD Labuha hingga 2.150 kVA

Dalam sambutannya, Kadri menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara menempatkan SMK sebagai sektor penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Menurutnya, sekolah kejuruan memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, baik di tingkat lokal maupun global, sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah.

“SMK menjadi penopang ketahanan pangan. Lulusan SMK diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil untuk pasar kerja lokal maupun global,” ujar Kadri.

Ia juga mengapresiasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, yang menggagas program “SMK Menanam” sebagai bagian dari penguatan pendidikan berbasis produktivitas dan kemandirian sekolah.

Menurut Kadri, program tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Salah satunya ditunjukkan SMK Negeri 4 Tidore yang berhasil memanen sekitar dua ton jagung dari lahan seluas dua hektare.

“Ini membuktikan bahwa SMK sebagai penopang ketahanan pangan bukan sekadar narasi, tetapi sudah menghasilkan manfaat nyata,” katanya.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 11 Tingkat Lanjut Halaman 83 84 85: Lets Read, Activity 3

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Makmur, menjelaskan rapat koordinasi tersebut difokuskan pada sejumlah agenda strategis guna memperkuat pendidikan vokasi di daerah.

Beberapa agenda utama yang dibahas meliputi verifikasi data dasar SMK sesuai kondisi satuan pendidikan, analisis perencanaan berbasis rapor pendidikan, penguatan kemitraan SMK sesuai potensi wilayah, pengembangan komunitas belajar guru produktif untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar kejuruan, hingga pengembangan potensi SMK di Maluku Utara.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap tata kelola SMK semakin adaptif terhadap kebutuhan industri, mampu meningkatkan kualitas lulusan, serta memperkuat kontribusi pendidikan vokasi terhadap pembangunan ekonomi daerah. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved