Selasa, 2 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Pulau Taliabu

Dua Warga Disabilitas asal Taliabu Terima Bantuan Kaki Palsu dari Dinsos Malut

"Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup serta kemandirian penyandang disabilitas fisik," kata Kuraisia, ketika dikonfirmasi

Tayang:
Humas Pemkab Taliabu
KEMANUSIAAN: Kepala Dinas Sosial Pulau Taliabu, Kuraisia Marsaoly dan Staf Dampingi 2 Penyandang Disabilitas untuk Pengukuran Kaki Palsu di Ternate, Senin (25/5/2026). Foto diperoleh dari Dinsos Pulau Taliabu. 

TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Dua orang penyandang disabilitas fisik asal Kabupaten Pulau Taliabu hadir dalam kegiatan Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, di Kota Ternate, Senin (25/5/2026).

Mereka adalah Humaira berumur 6 tahun dari Desa Belo, Kecamatan Taliabu Timur Selatan, dan Jufri (35) asal Desa Talo, Kecamatan Taliabu Barat.

Keduanya diketahui mengalami keterbatasan fisik karena tidak memiliki kaki secara sempurna.

Baca juga: Warga 3 Desa di Taliabu Gelar Salat Idul Adha Lebih Awal, Suasana Berlangsung Kondusif

KEMANUSIAAN: Kepala Dinas Sosial Pulau Taliabu, Kuraisia Marsaoly dan Staf Dampingi 2 Penyandang Disabilitas untuk Pengukuran Kaki Palsu di Ternate, Senin (25/5/2026). Foto diperoleh dari Dinsos Pulau Taliabu.
KEMANUSIAAN: Kepala Dinas Sosial Pulau Taliabu, Kuraisia Marsaoly dan Staf Dampingi 2 Penyandang Disabilitas untuk Pengukuran Kaki Palsu di Ternate, Senin (25/5/2026). Foto diperoleh dari Dinsos Pulau Taliabu. (Humas Pemkab Taliabu)

Pada kesempatan tersebut, keduanya turut didata dan diukur untuk menerima bantuan kaki palsu yang akan diberikan.

Kepala Dinas Sosial Pulau Taliabu, Kuraisia Marsaoly, menyampaikan giat ini digelar oleh Bidang Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Disabilitas.

"Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup serta kemandirian penyandang disabilitas fisik," kata Kuraisia, dikonfirmasi Senin (25/5/2026).

Ada pengecekan kondisi fisik, pengukuran presisi, dan pencatatan data teknis bagi warga yang membutuhkan alat bantu kaki.

Alat bantu ini terdiri dari alat bantu berjalan, kaki buatan, hingga penyangga kaki sesuai kebutuhan medis.

Ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesetaraan hak bagi seluruh warga negara. Termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik. 

"Keterbatasan akses dan letak wilayah yang kepulauan tidak boleh menjadi penghalang warga kami mendapatkan pelayanan kesehatan dan sosial yang layak."

"Pengukuran ini adalah langkah awal agar alat bantu yang dibuat nanti pas, nyaman, dan benar-benar dapat membantu mereka beraktivitas," terangnya.
 
Lanjutnya, tahapan demi tahapan dalam kegiatan ini tentunya untuk memastikan betul kebutuhan masing-masing penerima.

Agar alat bantu kaki yang diyerima nantinya dapat awet ketika dipakai serta benar-benar berfungsi mendukung mobilitas penerima, baik untuk keperluan sekolah, bekerja, maupun aktivitas lainnya.

Atas nama Pemerintah Daerah Pulau Taliabu, Kuraisia mengapresiasi Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara untuk diselenggarakan giat ini.

"Saat ini, sementara hasil pendataan kami dilapangan masih banyak disabilitas yang membutuhkan bantuan baik kaki, tangan, kursi roda, tongkat, hingga alat bantu dengar."

"Kami segera mengirim data tersebut ke Provinsi dan ke Kemensos melalui Sentra Nipotowe Palu." Pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved