Pemkab Pulau Taliabu
Juli 2026, Dinas Sosial Taliabu Agendakan Operasi Katarak Gratis
Untuk Baksos operasi katarak, Dinas Sosial Pulau Taliabu menerapkan sistem jemput bola dengan turun langsung ke lapangan
Penulis: Laode Havidl | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Dinas Sosial Pulau Taliabu berencana menggelar baksos operasi katarak gratis bagi warga lansia pada Juli 2026 mendatang
2. Rencana strategis ini telah diusulkan dan mendapat lampu hijau dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI
3. Nantinya Kemensos akan memfasilitasi penuh kegiatan ini, termasuk menyediakan seluruh kebutuhan medis hingga mendatangkan dokter spesialis mata
TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Dinas Sosial Pulau Taliabu, Maluku Utara berencana menggelar bakti sosial (baksos) operasi katarak gratis bagi warga lansia pada Juli 2026 mendatang.
Rencana strategis ini telah diusulkan dan mendapat lampu hijau dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Nantinya Kemensos akan memfasilitasi penuh kegiatan ini, termasuk menyediakan seluruh kebutuhan medis hingga mendatangkan dokter spesialis mata.
"Pak Menteri merespons baik. Kami sudah berkoordinasi dengan Dirjen dan Direktorat Lansia untuk mempersiapkan baksos operasi katarak di Pulau Taliabu, "ujar Kepala Dinas Sosial Pulau Taliabu Kuraisia Marsaoly, Jumat (15/5/2026).
Baca juga: Perjuangan Guru di Taliabu Lewati Jalan Berlumpur Menuju Sekolah, Imbas Proyek Box Culvert ?
Kolaborasi dengan sentra Palu dan validasi data
Kuraisia, yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan ini menjelaskan, pihaknya telah mengunjungi Sentra Rehabilitasi Sosial di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Tim dari sentra inilah yang nantinya akan mewakili Kemensos untuk mengeksekusi baksos.
Saat ini, Dinas Sosial tengah fokus merampungkan dan memvalidasi data calon pasien.
Dari hasil skrining awal, tercatat ada 326 lansia yang terdeteksi menderita katarak dengan berbagai tingkat keparahan.
Jemput bola, targetkan 500 pasien di 71 desa
Dinas Sosial Pulau Taliabu menargetkan jumlah data tersebut bisa berkembang hingga 500 orang.
Pasalnya data 326 lansia yang ada saat ini baru mencakup 41 desa, sehingga masih ada 30 desa lagi yang belum tercover dari total 71 desa.
Untuk mengejar target tersebut, Dinas Sosial Pulau Taliabu menerapkan sistem jemput bola dengan turun langsung ke lapangan.
1. Aksi lapangan: Kuraisia bersama staf dan tim dokter mulai menyisir desa-desa, diawali dari wilayah selatan.
2. Tujuan skrining: Selain mendeteksi penderita baru, validasi ini bertujuan untuk memperbaiki data Desil (tingkat kesejahteraan) warga.
| Pembangunan Tahap II Jembatan Fangahu Taliabu Segera Dimulai, Anggaran Rp 1,5 Miliar Disiapkan |
|
|---|
| Proyek Peningkatan dan Perbaikan Kondisi Jalan Desa Bobong Taliabu Masuk Tahap Evaluasi |
|
|---|
| Warga Desa Wayo Taliabu Perbaiki Jalan Berlubang |
|
|---|
| ADD Tertunda, Perangkat Desa di Taliabu Belum Digaji Sejak Januari 2026 |
|
|---|
| Dikbud Taliabu Respons Hukuman Makan Tanah terhadap 7 Siswa SDN Bobong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Dinsos-Taliabu-Kuraisia-Marsaoly.jpg)