Erupsi Gunung Dukono
BREAKING NEWS: Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Kolom Abu Setinggi 1,3 Kilometer
PVMBG mencatat erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi 43,67 detik
Ringkasan Berita:
- Gunung Dukono di Halmahera Utara kembali erupsi pada Selasa pagi pukul 07.55 WIT dengan kolom abu mencapai sekitar 1,3 kilometer di atas puncak dan mengarah ke timur.
- PVMBG mencatat erupsi berlangsung selama 43,67 detik dengan amplitudo maksimum 34 milimeter. Status Gunung Dukono masih berada pada Level II (Waspada).
- Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer, serta menggunakan masker untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik.
TRIBUNTERNATE.COM, TOBELO - Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali erupsi pada Selasa (2/6/2026) pagi.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 07.55 WIT dengan tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 1.300 meter di atas puncak atau sekitar 2.387 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur.
Baca juga: Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi, Kolom Abu Mencapai 1.300 Meter
PVMBG mencatat erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi 43,67 detik.
Saat ini Gunung Dukono masih berada pada Status Level II atau Waspada.
PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono maupun wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga diminta selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut. Hal ini mengingat erupsi yang disertai abu vulkanik masih sering terjadi dan arah sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin.
PVMBG menegaskan penggunaan masker penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, terutama pada sistem pernapasan.
Profil Gunung Dukono
Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia yang berada di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.
Gunung ini dikenal karena aktivitas erupsinya yang terjadi hampir tanpa henti dalam beberapa tahun terakhir.
Secara administratif, Gunung Dukono berada di wilayah Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara.
Gunung api bertipe stratovolcano ini terletak di bagian utara Pulau Halmahera dan menjadi salah satu destinasi pendakian sekaligus kawasan yang terus dipantau karena aktivitas vulkaniknya.
Gunung Dukono memiliki ketinggian sekitar 1.087 meter di atas permukaan laut (mdpl). Meski tidak terlalu tinggi dibanding gunung lain di Indonesia, Dukono memiliki karakter erupsi yang cukup aktif dan berbahaya, terutama karena lontaran abu vulkanik yang sering terjadi.
Berdasarkan catatan sejarah vulkanologi, erupsi Gunung Dukono telah tercatat sejak tahun 1550.
Aktivitas gunung ini berlangsung sangat panjang dan berulang, menjadikannya salah satu gunung api paling aktif di Maluku Utara.
Dalam beberapa tahun terakhir, Gunung Dukono tercatat terus mengalami erupsi dengan intensitas yang fluktuatif.
Erupsi biasanya berupa semburan abu vulkanik setinggi ratusan hingga ribuan meter dari kawah utama.
Pada erupsi sebelumnya, hujan abu sempat berdampak pada sejumlah desa di sekitar Kecamatan Galela dan Tobelo.
Aktivitas penerbangan di wilayah Maluku Utara juga beberapa kali mendapat peringatan akibat sebaran abu vulkanik.
Selain itu, masyarakat di sekitar gunung kerap diminta menggunakan masker saat aktivitas vulkanik meningkat karena abu dapat mengganggu kesehatan pernapasan.
Perjalanan ke Gunung Dukono dari Ternate
Dari Kota Ternate menuju Gunung Dukono, jaraknya diperkirakan mencapai sekitar 170 hingga 200 kilometer, tergantung jalur perjalanan yang digunakan.
Perjalanan dari Ternate biasanya dimulai dengan menyeberang menggunakan kapal cepat atau ferry menuju Pelabuhan Sofifi atau Pelabuhan Sidangoli di Halmahera Barat.
Dari sana, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Tobelo, ibu kota Kabupaten Halmahera Utara.
Dari Tobelo, perjalanan ke kaki Gunung Dukono dilanjutkan menuju Desa Mamuya yang menjadi salah satu titik awal pendakian.
Waktu tempuh keseluruhan dari Ternate menuju kawasan Gunung Dukono dapat mencapai 6 hingga 8 jam perjalanan.
Meski dikenal eksotis dan memiliki panorama alam khas pegunungan vulkanik, aktivitas pendakian ke Gunung Dukono sangat bergantung pada kondisi vulkanik terkini.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara rutin mengeluarkan rekomendasi dan radius bahaya yang wajib dipatuhi masyarakat maupun pendaki. (*)
| BREAKING NEWS: Gunung Dukono di Halut Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 3.400 M di Atas Puncak |
|
|---|
| Sudah Pastikan Kondisi Gunung Dukono Halut sebelum Mendaki, Anak Esa: Erupsi Terjadi Mendadak |
|
|---|
| Ungkap Kronologi Erupsi Gunung Dukono Halut, Anak Esa: Timo Peluk Shanin saat Batu Besar Jatuh |
|
|---|
| Akademisi Malut : Pendakian Gunung Dukono Terlalu Bebas karena Minim Pengawasan Pemda |
|
|---|
| Polisi Kantongi 2 Nama Calon Tersangka Kasus Meninggalnya Wisatawan di Gunung Dukono Halut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/dukono-erupsi-selasa-2-juni-2026_32.jpg)