Liputan Khusus
Warung Makan di Ternate Ikut Terdampak Rupiah Anjlok, Menu Naik Harga
Mereka memilih menaikkan harga makanan di warung demi terus bertahan berjualan di tengah naiknya harga sejumlah bahan pokok
Penulis: Randi Basri | Editor: Iga Almira Rugaya Assagaf
Ringkasan Berita:
- Harga bahan pokok seperti ikan dan ayam di Ternate mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir, sehingga biaya operasional warung makan ikut meningkat.
- Pelaku UMKM terpaksa menaikkan harga menu, seperti nasi ikan yang naik dari Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu per porsi.
- Kenaikan harga membuat sebagian pelanggan beralih ke lauk yang lebih murah untuk menghemat pengeluaran.
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Sejumlah warung makan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Ternate, Maluku Utara, ikut merasakan dampak anjloknya rupiah.
Mereka memilih menaikkan harga makanan di warung demi terus bertahan berjualan di tengah naiknya harga sejumlah bahan pokok.
Fati, salah satu pemilik warung di Pelabuhan Speedboat Mangga Dua Ternate, mengaku menaikkan harga makanan seperti ayam dan ikan dalam sepekan ini.
Baca juga: Pasca Gempa M7,7 Mindanao Filipina, Aktivitas Ternate - Sofifi Maluku Utara Tetap Normal
“Semisal ikan itu di pasar per ekor dari Rp100 sampai Rp 200 ini yang biking torang (kami) merasa berdampak di warung,” kata Fati saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).
Naiknya harga bahan baku ini membuatnya harus menyesuaikan harga lauk di warung. Fati sebelumnya menjual satu porsi nasi ikan seharga Rp 25 ribu, kini ia naikkan ke Rp 30 ribu per porsi.
“Harga menu makanan ini pun ikut berubah,” ungkapnya.
Meski berdampak ke pelanggan, Fati mengaku tidak punya pilihan. Kata Fati, pelanggannya tidak lagi makan ayam dan beralih ke lauk yang lebih murah.
Hal yang sama juga terjadi di salah satu warung makan di Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan. Warung makan tersebut merupakan salah satu pilihan tempat makan mahasiswa di sana.
Semula, satu porsi ayam goreng di warung tersebut dijual dari harga Rp 15 ribu. Kini jadi Rp 18 ribu per porsi.
Diketahui, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional membebani masyarakat dan pelaku usaha kecil. Komoditas seperti beras, ayam potong, ikan, dan minyak goreng mengalami fluktuasi harga yang berdampak langsung pada meningkatnya biaya belanja harian.
Kondisi tersebut turut menekan pelaku usaha mikro, termasuk pemilik warung makan dan pedagang nasi bungkus yang bergantung pada bahan baku pangan.
Untuk menutupi kenaikan biaya produksi, sebagian pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual makanan, sementara lainnya memilih mengurangi porsi agar tetap bisa bertahan menjalankan usaha. (*)
| Harga Bapok Mulai Naik, Pemkot Tidore Siapkan Langkah Cepat |
|
|---|
| Beras dan Rica Naik, Ini Update Harga Bahan Pokok di Ternate Selasa 15 Juli 2025 |
|
|---|
| Darurat! Hampir Setiap Hari Polisi di Ternate Razia Cap Tikus Hingga Miras Bermerk Asal China |
|
|---|
| Harga Bahan Pokok di Maluku Utara: Cabai Rawit Rp 100 Ribu Sekilo Tanggal 27 Juli 2022 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/warung-makan-imbas-dolar-naik_23.jpg)