Pemprov Malut
Bawang Merah, Cabai hingga Ikan Kembung di Ternate Naik, Disperindag Malut Ungkap Penyebab
Dalam perbandingan harga di minggu pertama dengan data per 9 Juni 2026, bawang merah tercatat naik dari Rp65 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Iga Almira Rugaya Assagaf
Ringkasan Berita:
- Harga sejumlah kebutuhan pokok di Ternate naik pada pekan kedua Juni 2026, terutama bawang merah, cabai keriting, cabai rawit merah, dan ikan kembung.
- Kenaikan harga dipicu oleh berkurangnya pasokan akibat curah hujan tinggi serta meningkatnya biaya distribusi dan transportasi.
- Disperindag Maluku Utara mendorong operasi pasar dan peningkatan produksi lokal untuk menjaga stabilitas harga pangan.
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Ternate, Maluku Utara mengalami kenaikan pada pekan kedua Juni 2026. Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas bawang merah, cabai keriting, cabai rawit merah, dan ikan kembung.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Utara, Muhammad Abdu Djafar, mengatakan berdasarkan tabulasi harga mingguan per 9 Juni 2026, beberapa komoditas pangan mengalami lonjakan harga akibat berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi.
Dalam perbandingan harga di minggu pertama dengan data per 9 Juni 2026, bawang merah tercatat naik dari Rp65 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram atau meningkat 38,46 persen.
Baca juga: Update Harga Bapok di Pasar Higienis Ternate Rabu 10 Juni 2026: Cabai Nona Tembus Rp120 Ribu per Kg
Cabai merah keriting naik dari Rp80 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit merah meningkat dari Rp110 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram. Sementara itu, harga ikan kembung naik dari Rp26.250 menjadi Rp30 ribu per kilogram.
Menurut Abdu Djafar, kenaikan harga pada komoditas bumbu dapur tersebut dipengaruhi curah hujan tinggi sehingga produksi di daerah pemasok mengalami penurunan.
“Kondisi ini tidak hanya terjadi di Maluku Utara, tetapi juga di sejumlah daerah lain seperti Jawa, Makassar, Gorontalo, Manado, dan wilayah penyangga lainnya,” ujarnya, saat dihubungi Tribunternate.com, Rabu (10/6/2026).
Selain faktor cuaca, distribusi barang juga menjadi kendala yang memengaruhi pasokan di pasaran. Biaya angkut yang semakin tinggi akibat kenaikan harga bahan bakar membuat proses pengiriman menjadi lebih mahal dan lambat.
“Sejumlah ekspedisi membutuhkan solar dalam jumlah besar untuk distribusi barang. Akibatnya, biaya transportasi meningkat dan beberapa komoditas tiba dalam kondisi rusak atau kualitasnya menurun,” jelasnya.
Meski demikian, sejumlah kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil. Harga beras medium masih di angka Rp17 ribu per kilogram, beras premium Rp18.500 per kilogram, daging ayam ras Rp42 ribu per kilogram, dan telur ayam ras Rp38.400 per kilogram.
Komoditas lain seperti minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, dan tomat juga belum mengalami perubahan harga yang signifikan.
Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, bawang putih Honan justru mengalami penurunan harga. Komoditas ini turun dari Rp55 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram atau berkurang 27,27 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi, Disperindag Maluku Utara menilai perlu adanya langkah pengendalian melalui operasi pasar bersama Bank Indonesia (BI) dan instansi terkait.
Selain itu, peningkatan produksi lokal juga menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
“Jika produksi lokal meningkat, ketergantungan terhadap daerah pemasok bisa dikurangi sehingga harga lebih stabil dan tidak terlalu dipengaruhi gangguan distribusi,” pungkasnya. (*)
| Tutup Malut Job Fair 2026 di Halut, Sherly Laos: Jangan Menyerah, Ada Harapan di Balik Impian |
|
|---|
| Kuliah Umum di Unhena Halut, Sherly Laos Paparkan Kepemimpinan Inklusif dan Tantangan AI |
|
|---|
| Gubernur Malut Sherly Laos Panen Cabai dan Salurkan Bantuan Alsintan ke Kelompok Tani Halut |
|
|---|
| Sarbin Sehe Tinjau Program MBG di Halmahera Utara, Pastikan Makanan Bergizi Sesuai Standar |
|
|---|
| Sherly Laos Ungkap Krisis Keuangan Malut di Hadapan DPR RI: Gaji PPPK Terancam Imbas DBH Tertahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/barito-di-pasar-higienis_324.jpg)