Rabu, 17 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Dampak Kenaikan BBM

Saran Pembentukan Tim Pengawas BBM Subsidi di Halmahera Selatan Pascakenaikan Harga Pertamax

Penimbunan dan permainan harga di luar SPBU sangat rentan terjadi jika Pemkab Halmahera Selatan tidak cepat ambil langkah pengawasan dan pengendalian

Tayang:
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Nurhidayat Hi Gani
BBM: Sejumlah pengendara roda dua saat mengisi BBM di SPBU Labuha, Halmahera Selatan, Senin (20/4/2026). Ketua Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH), Ady Hi. Adam menyarankan pemerintah daerah membentuk tim pengawasan dan pengendalian penjualan BBM bersubsidi 
Ringkasan Berita:1. Pemkab Halmahera Selatan, Maluku Utara diminta membentuk tim pengawasan dan pengendalian penjualan BBM bersubsidi
2. Langkah ini diambil menyusul potensi meningkatnya konsumsi Pertalite setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi, terutama Pertamax yang telah naik di angka Rp 16.250 per liter
3.  Ady Hi. Adam: pengawasan perlu diperketat untuk mengantisipasi pengguna Pertamax ke Pertalite yang berpotensi meningkatkan permintaan BBM subsidi

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Pemkab Halmahera Selatan, Maluku Utara diminta membentuk tim pengawasan dan pengendalian penjualan BBM bersubsidi.

Langkah ini diambil menyusul potensi meningkatnya konsumsi Pertalite setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi, terutama Pertamax yang telah naik di angka Rp 16.250 per liter.

Ketua Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH), Ady Hi. Adam mengatakan bahwa pengawasan perlu diperketat untuk mengantisipasi pengguna Pertamax ke Pertalite yang berpotensi meningkatkan permintaan BBM subsidi.

"Persoalan yang akan dihadapi adalah stok Pertalite mencukupi atau tidak. Karena itu, pengawasan penjualan BBM bersubsidi harus diperketat, "kata Ady dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Baca juga: BREAKING NEWS: Massa Robohkan Pagar DPRD Halmahera Selatan saat Aksi Tolak Kenaikan BBM

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penjualan BBM bersubsidi jika pengguna Pertamax beralih ke Pertalite.

Ia pun menyebut penimbunan dan permainan harga di luar SPBU sangat rentan terjadi jika Pemkab Halmahera Selatan tidak cepat mengambil langkah pengawasan dan pengendalian.

"Maka perlu ada tim yang dibentuk. Tim ini juga harus melibatkan aparat penegak hukum agar proses pengawasan dan pengendalian di lapangan bisa berjalan maksimal, "imbuh Ady.

Baca juga: Kawal Unjuk Rasa BBM, Kapolres Halmahera Selatan AKBP Hendra Gunawan Pilih Jalan Kaki Bareng Massa

Ady menambahkan, kuota BBM bersubsidi terhadap industri juga harus dihilangkan dan difokuskan kepada masyarakat kecil seperti nelayan maupun angkutan umum.

"Kalau tidak dilakukan seperti itu, maka jasa transportasi juga akan naik, begitu juga harga ikan. Karena nelayan keluar tangkap ikan itu pakai BBM bukan pakai air mineral, "tandasnya.

Kepala Diskoperindag Halmahera Selatan, Adriani Radjiloen saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp belum merespons. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved