Pulau Taliabu
Eks Kadis PUPR Taliabu Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi MCK Fiktif
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Taliabu, Supryidno, dinyatakan bersalah oleh majelis hakim
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Taliabu, Supryidno, dinyatakan bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Ternate.
Dia divonis penjara selama 4 tahun dalam kasus korupsi proyek MCK Individual fiktif.
Putusan itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Budi Setiawan didampingi dua hakim anggota pada sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Ternate.
Baca juga: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Pastikan Listrik Tobelo Normal Jelang Natal 2025
Selain pidana penjara, Supryidno juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Serta diwajibkan membayar uang pengganti Rp 570 juta.
“Apabila tidak dibayar, maka harta benda milik terdakwa akan disita untuk menutupi kerugian negara,” begitu bunyi amar putusan majelis hakim diterima, Selasa (16/9/2025).
Dalam amar putusan, majelis hakim juga menyatakan Supryidno terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama.
Sesuai pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto pasal 55 ayat 1 KUHP.
Hakim juga mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan, di antaranya terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan belum mengembalikan kerugian negara.
Sementara hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya dan masih berstatus kepala keluarga.
Usai pembacaan putusan, hakim ketua memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menentukan sikap.
Supryidno bersama penasihat hukumnya, Agus Salim R. Tampilang, menyatakan masih pertimbangkan putusan tersebut.
Baca juga: Nismawati, Nakes Puskesmas Lede Korban Mobil Terbalik di Taliabu Jalani Perawatan di RSUD Luwuk
Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga mengambil sikap serupa. Majelis hakim memberi waktu selama tujuh hari bagi kedua pihak untuk menentukan langkah hukum berikutnya.
Diketahui sebelumnya, JPU Kejaksaan Negeri Taliabu menuntut Supryidno dengan hukuman 6 tahun penjara, denda Rp 100 juta subsider kurungan, serta uang pengganti sebesar Rp2,3 miliar.
Namun, majelis hakim memutus lebih ringan dari tuntutan jaksa. (*)
| Lahan TPU Lama Mulai Penuh, Warga 2 Desa di Taliabu Gotong Royong Buka Lokasi Perkuburan Baru |
|
|---|
| Gegara Hal Ini Ketua Kelompok Nelayan Camar Laut di Taliabu Enggan Serahkan Fiber Bantuan ke Anggota |
|
|---|
| Sempat Cekcok Soal Lahan Parkir Perahu & Rumah Panggung, 2 Warga Desa Jorjoga Taliabu Akhirnya Damai |
|
|---|
| Polsek Siap Lede Pulau Taliabu Amankan 5 Karton Cap Tikus dari KM Graselia |
|
|---|
| Perjuangan Guru di Taliabu Lewati Jalan Berlumpur Menuju Sekolah, Imbas Proyek Box Culvert ? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/putusan-suprayidno-taliabu.jpg)