Pemprov Malut
Gubernur Malut Sherly Laos: Jalan Trans Kie Raha Mulai Dikerjakan September 2025
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, memastikan pembangunan jalan trans Kie raha mulai dikerjakan pada bulan September 2025
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, memastikan pembangunan jalan trans Kie raha mulai dikerjakan pada bulan September 2025.
Proyek strategis ini menghubungkan tiga wilayah, yakni Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), serta Sofifi.
Sherly menjelaskan, sebagian pembangunan jalan trans Halmahera dari Ekor menuju Subaim hingga Kobe, akan ditangani oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Baca juga: Kasus Korupsi WKDH Maluku Utara, Mahri Hasan: Peran Al Yasin Ali dan Istrinya Tak Bisa Dibantah
Ia mengungkapkan, sebelumnya sekitar delapan kilometer jalan dari Ekor menuju Kobe telah dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Haltim.
"Untuk itu Pemprov Malut akan memulai pekerjaan di kilometer 9 dengan panjang sekitar 10 sampai 15 kilometer,” kata Sherly saat diwawancarai di Bella Hotel Ternate pada Senin (15/9/2025).
Lebih lanjut, Sherly mengatakan Kabupaten Halteng akan melanjutkan pembangunan dari arah Kobe menuju Ekor, sehingga pengerjaan kedua wilayah akan bertemu di tengah.
"Untuk Halteng, saya tidak tahu apakah anggarannya dimasukkan pada APBD Perubahan atau APBD Induk 2026. Tapi untuk provinsi, kita sudah anggarkan di APBD-P mulai dari buka jalan sampai ke sertu," jelasnya.
Terkait kebutuhan dokumen lingkungan, ia mengakui proyek ini kemungkinan besar memerlukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Baca juga: 5 Shio Paling Beruntung Besok Jumat 19 September 2025, Hadirnya Jalan Rezeki Baru
"Kayaknya butuh Amdal, seharusnya memang butuh, tapi secara teknis saya tidak tahu. Yang pasti, lahannya harus sudah clear and clean baru bisa dikerjakan," terangnya.
Sherly menegaskan pekerjaan akan dimulai September sesuai penetapan APBD-P. Namun masih menunggu pengunggahan aplikasi SIRUP, dan tender dilaksanakan pada Oktober.
"Untuk anggarannya kecil saja, mungkin sekitar Rp20 miliar. Jadi kemungkinan hanya sebatas buka jalan karena sudah mendekati akhir tahun," pungkasnya. (*)
| Pemprov Maluku Utara Mulai Perampingan OPD, Fokus Efisiensi dan Reformasi Birokrasi |
|
|---|
| Dibayangi Aturan 30 Persen, Nasib 4.146 PPPK Maluku Utara Terancam |
|
|---|
| Tiket Mahal Jadi Penghambat, Gubernur Maluku Utara Dorong Terobosan Akses Wisata Indonesia Timur |
|
|---|
| Komisi XII DPR RI Soroti Tambang Malut, Lingkungan dan CSR Jadi Fokus |
|
|---|
| Rp 2,9 Triliun Diusulkan untuk Percepat Pembangunan Sofifi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sherly-laos-jalan-kie-raha.jpg)