Pemprov Malut
Sherly Laos: Kelapa Adalah Emas Hijau Maluku Utara, Hilirisasi Adalah Kuncinya
Sherly Laos menyampaikan sejumlah kebutuhan mendasar Maluku Utara untuk mendukung hilirisasi pertanian, khususnya kelapa, cengkeh dan pala
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menegaskan bahwa kelapa adalah 'emas hijau' bagi provinsi tersebut.
Menurutnya, nilai tukar petani hanya akan meningkat jika jalur distribusi hasil kebun terhubung dengan industri melalui pembangunan infrastruktur yang memadai.
"Kelapa adalah emas hijau Maluku Utara. Hilirisasi adalah kuncinya. Nilai tukar petani hanya bisa tercapai bila jalan tani dibangun dan terhubung dengan industri, "ujar Sherly Laos pada keterangan yang diterima redaksi Tribunternate.com.
Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan bersama Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono serta Menteri Transmigrasi RI Cifti T. Sulaiman, pada Kamis (2/10/2025). Pertemuan tersebut juga dihadiri para bupati dari Halmahera Selatan, Halmahera Utara, dan Pulau Morotai.
Baca juga: 330 Siswa Madrasah Unjuk Inovasi dan Prestasi di Olimpiade Madrasah Indonesia 2025 Maluku Utara
Dalam pertemuan itu, Sherly Laos menyampaikan sejumlah kebutuhan mendasar Maluku Utara untuk mendukung hilirisasi pertanian, khususnya kelapa, cengkeh dan pala.
Pembangunan jalan tani dan jembatan desa agar hasil kebun tidak berhenti di lahan, tetapi dapat dibawa langsung ke pusat pengolahan secara efisien.
Infrastruktur ini diyakini mampu menopang industri turunan kelapa, mulai dari coconut milk, desiccated coconut, arang kelapa, hingga coco peat.
Pengembangan pelabuhan internasional untuk memperkuat konektivitas antar-pulau dan membuka akses pasar global.
Dengan begitu, petani kecil di desa dapat masuk ke rantai ekonomi besar dan merasakan langsung nilai tambah produknya.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta untuk membangun ekosistem hilirisasi kelapa, terutama di kawasan transmigrasi yang memiliki potensi pasar bernilai triliunan rupiah.
Sherly Laos menyampaikan apresiasi atas dukungan, arahan, dan masukan dari pemerintah pusat (Pempus).
Baca juga: Sarbin Sehe: Benar Maluku Utara Alami Pertumbuhan Ekonomi, Apakah Merata?
Lanjutnya, energi positif yang diberikan Menko dan Menteri Transmigrasi semakin memacu semangat Pemprov Maluku Utara untuk bekerja lebih kreatif, adaptif dan kolaboratif.
"Setiap jalan yang terbangun adalah janji bahwa tidak ada desa yang tertinggal, dan setiap tetes keringat petani punya akses menuju nilai tukar yang lebih adil."
"Dengan strategi hilirisasi dan dukungan infrastruktur, saya optimistis Maluku Utara dapat menjadi salah satu pusat industri turunan kelapa terbesar di Indonesia, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah, "tandas Sherly Laos. (*)
| Gubernur Malut Sherly Laos Definitifkan Julys Kroons dan Basyuni Thahir sebagai Kadis |
|
|---|
| Daftar 17 Pejabat Maluku Utara Dilantik Hari Ini: Sulik Yaya dan Zakir Abdulrachman Isi Posisi Kunci |
|
|---|
| Siap Mengabdi! 5 OPD Strategis Maluku Utara Bakal Miliki Pimpinan Baru Hari Ini |
|
|---|
| Satgas PKH Rakor di Kejati Maluku Utara, Dipimpin Letjen Richard Tampubolon |
|
|---|
| Peluang Triliunan Terbuka Lebar: LKPP Dorong Pelaku Usaha Malut Masuk Ekosistem Pengadaan Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Gubernur-Maluku-Utara-bersua-Menko-Infrastruktur-dan-Pembangunan-Kewilayahan-RI.jpg)