Timnas Indonesia
Tak Hanya Patrick Kluivert, PSSI Juga Pecat Alex Pastoor dan Denny Landzaat
Hanya beberapa hari pasca kalah dari Arab Saudi dan Iraq, PSSI akhirnya menghentikan kerja sama dengan Patrick Kluivert dan staffnya
Ringkasan Berita:1. PSSI juga memecat Alex Pastoor dan Denny Landzaat dari kursi Asisten Pelatih Timnas Indonesia
2. Keduanyan dipecat setelah kalah 3-2 dari Arab Saudi dan 1-0 dari Irak di putaran 4 kualifikasi zona asia
3. Sesaat setelah kekalahan dari Irak, media sosial diramaikan dengan 33 ribu unggahan dengan tagar #KluivertOut
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Tak hanya Patrick Kluivert, PSSI juga memecat Alex Pastoor dan Denny Landzaat dari kursi Asisten Pelatih Timnas Indonesia.
Dilansir Tribunnews.com, Patrick Kluivert akhirnya dipecat dari jebatannya sebagai Pelatih Timnas Indonesia setelah gagal meloloskan Yakob Sayuri cs ke Piala Dunia 2026, Kamis (16/10/2025).
Skuad Merah Putih gagal ke Piala Dunia 2026 setelah kalah 3-2 dari Arab Saudi dan 1-0 dari Irak di putaran 4 kualifikasi zona asia.
Patrick Kluivert langsung jadi sasaran kemarahan publik Indonesi. Sesaat setelah kekalahan dari Irak, media sosial diramaikan dengan 33 ribu unggahan dengan tagar #KluivertOut.
Baca juga: Dukung PSSI Pecat Patrick Kluivert, Anggota DPR RI Habib Syarief: Ada Tiga Alasan
Hanya beberapa hari kemudian PSSI akhirnya menghentikan kerja sama dengan Patrick Kluivert dan staffnya.
Tak hanya Patrick Kluivert saja, seluruf staf kepelatihannya, mulai dari Alex Passtoor hingga Daniel Landzaat juga termasuk yang diberhentikan.
"Setelah melalui diskusi yang terbuka dan penuh rasa saling menghormati, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini."
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Coach Patrick Kluivert dan timnya atas komitmen dan profesionalisme yang telah mereka tunjukkan, "tulis PSSI dalam keterangan mereka.
Setelah jabatan pelatih kosong, nama-nama potensial yang akan menggantikan Patrick Kluvert mulai mencuat ke permukaan.
Media luar ikut soroti pemecatan Patrick Kluivert
Sorotan yang menarik datang dari Vietnam. Mereka ikut nimbrung soal siapa pengganti Patrick Kluivert yang dinilai lebih pas untuk menangani Timnas Indonesia.
Sebelum Kluivert resmi dipecat, media luar Vietnam.vn, dalam editorialnya sudah menyarankan Indonesia agar mengambil pelajaran dari kegagalan lolos ke Piala Dunia.
Mereka mengungkit soal pergantian pelatih dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert yang dilakukan PSSI pada Januaru lalu.
Mereka menilai langkah itu sebagai kesalahan strategi yang memutus arah pembangunan tim di tengah jalan.
Pergantian pelatih di tengah fase penting seperti kualifikasi disebut sebagai tindakan yang justru menghancurkan fondasi yang sudah dibangun.
Media tersebut menilai Indonesia kini sebenarnya punya skuad dengan kemampuan fisik dan teknik yang sangat baik, terutama berkat peran pemain naturalisasi.
"Kekuatan Indonesia luar biasa, tapi tanpa pelatih yang paham konteks Asia Tenggara, semua hanya angka di atas kertas," tulis media itu.
Patrick Kluivert dinilai gagal memahami karakter sepak bola Indonesia meski bermaterikan pemain naturalisasis.
Meski berstatus mantan striker kelas dunia dan ikon Ajax serta Barcelona, pengalaman melatihnya di level tim nasional hampir tak ada.
"Nama besar tak menjamin kemampuan melatih," tulis media tersebut.
"Kluivert membuktikan bahwa reputasi bintang lapangan tak sama dengan kemampuan merancang strategi," tulis vietnam.
Menariknya, media Vietnam ITU juga menyinggung euforia suporter Indonesia yang kembali meneriakkan nama Shin Tae-yong setelah kekalahan dari Irak.
Menurut mereka, kerinduan terhadap mantan pelatih asal Korea Selatan itu bisa dimengerti, tetapi tidak boleh membuat PSSI kembali terjebak romantisme masa lalu.
"Shin mungkin lebih cocok daripada Kluivert, tapi bukan berarti dia yang terbaik," tulis media tersebut.
"Indonesia membutuhkan pelatih yang memahami budaya Asia, disiplin seperti Eropa, dan mampu menggabungkan keduanya," tulis mereka.
Opsi pengganti Patrick Kluivert
Sebagai jalan keluar, beberapa media Vietnam menyarankan PSSI melirik pelatih yang memiliki berkarakter dan memiliki pengalaman melatih tim Asia.
Sebagai referensi, ada dua nama yang memiliki rekam jejak mumpuni, seperti Guus Hiddink dan Dick Advocaat.
Guus Hiddink dikenal luas sebagai arsitek sukses Korea Selatan di Piala Dunia 2002, membawa tim tersebut hingga semifinal pencapaian tertinggi dalam sejarah Asia.
Ia juga pernah melatih Australia dan Rusia dengan pendekatan yang disiplin namun fleksibel terhadap kultur lokal.
Sementara Dick Advocaat punya pengalaman luas di Eropa dan Asia, termasuk menangani Belanda, Un Emritaes Arab, Korea Selatan dan Irak negara yang baru saja menyingkirkan Indonesia di kualifikasi.
Keduanya dianggap memiliki kapasitas untuk membangun tim yang solid dengan perpaduan kekuatan fisik dan kedisiplinan taktik.
Namun demikian, jika langsung dicermati kedua pelatih itu saat ini sudah cukup senior, bahkan satu nama yang disebut, Guus Hiddink, sudah pensiun.
Tentu hal ini sudah tidak relevan jika langsung mengambil dua nama tersebut. Namun di luar nama tersebut masih ada sederet pelatih dari Eropa yang memiliki karaker dan rekam jejak tak berbeda jauh.
Sebagai contoh, PSSI bisa melirik pelatih 52 tahun asal Spanyol, Jesus Casas, yang relatif relatif lebih muda dan cocok dengan sepakbola modern saat ini.
Sosok yang pernah menjadi asisten Luis Enrique itu sukses besar bersama Timnas Irak, membawa mereka juara Gulf Cup 2023.
Casas dikenal sebagai pelatih modern dengan filosofi berbasis penguasaan bola dan pressing tinggi.
Di bawah arahannya, Irak tampil rapi dan efisien. Gaya permainan yang dianggap cocok dengan skuad Garuda.
Irak tampil impresif di Piala Asia 2023, berhasil menembus babak 16 besar sebelum tersingkir secara dramatis dari Yordania dengan skor 2-3.
Irak juga tampil menjanjikan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, sebelum akhirnya menemui batu sandungan setelah kekalahan 1-2 dari Palestina dalam laga penentuan putaran ketiga.
Posisi Irak akhirnya disalip oleh Yordania yang lolos otomatis dari putaran ketiga, dan menjadi akhir kebersamaan Casas.
"Indonesia tidak butuh pelatih terkenal, tapi pelatih yang benar-benar tepat," tulis media Vietnam tersebut.'
Baca juga: BREAKING NEWS: Patrick Kluivert Resmi Dipecat PSSI dari Timnas Indonesia
Apa pun keputusan yang diambil PSSI, kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi alarm keras bagi federasi.
Indonesia dinilai perlu membangun program jangka panjang yang konsisten bukan reaktif pada hasil jangka pendek.
Langkah PSSI memecat Kluivert memang jadi keputusan berani, tetapi sekaligus mengingatkan bahwa pembangunan tim nasional bukan sekadar soal pergantian nama, melainkan arah yang jelas. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Media Luar Ikut Nimbrung soal Pengganti Patrick Kluivert, 2 Nama dari Eropa Jadi Referensi, https://www.tribunnews.com/superskor/7742583/media-luar-ikut-nimbrung-soal-pengganti-patrick-kluivert-2-nama-dari-eropa-jadi-referensi?page=3&s=paging_new.
| FIFA Series 2026: Timnas Indonesia vs Bulgaria, Hitung-hitungan Yakob Sayuri Masuk Starting XI |
|
|---|
| The Salawaku Bangga, Bintang Malut United Yakob Sayuri Dinilai Layak Jadi Andalan Timnas Indonesia |
|
|---|
| Pandangan Head Coach SSB Indonesia Muda Ternate Terkait Penampilan Yakob Sayuri di FIFA Series 2026 |
|
|---|
| Fans di Maluku Utara Bangga atas Penampilan Bintang Malut United Yakob Sayuri di FIFA Series 2026 |
|
|---|
| Statistik Performa Bintang Malut United Yakob Sayuri Bersama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Dua-Asisten-pelatih-Timnas-Indonesia-kunjungi-musim-rempah-di-Ternate.jpg)