Pemprov Malut
Tembus Batas Pulau: Program PJJ Maluku Utara Hadirkan Sekolah Hingga ke Pelosok
Program ini dihadirkan untuk menjawab persoalan keterbatasan akses sekolah khususnya bagi lulusan SMP yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang SMA
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Pemprov Maluku Utara resmi meluncurkan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sebagai solusi pemerataan akses pendidikan menengah di wilayah kepulauan2. Peluncuran dilakukan langsung oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, Sabtu (2/5/2026) di Sofifi.3. Sherly mengatakan, program ini dihadirkan untuk menjawab persoalan keterbatasan akses sekolah
Rilis
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Pemprov Maluku Utara resmi meluncurkan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sebagai solusi pemerataan akses pendidikan menengah di wilayah kepulauan.
Peluncuran dilakukan langsung oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, Sabtu (2/5/2026) di Sofifi.
Sherly mengatakan, program ini dihadirkan untuk menjawab persoalan keterbatasan akses sekolah, khususnya bagi lulusan SMP yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang SMA karena ketiadaan sekolah di wilayahnya.
Menurutnya, tantangan geografis Maluku Utara sebagai daerah kepulauan membuat akses pendidikan belum merata dan membutuhkan terobosan konkret.
Baca juga: Tak Lagi Tunggu Kampus, Beasiswa Maluku Utara Bangkit Kini Jemput Bola ke Sekolah
"Kita menyadari bahwa Maluku Utara sebagai wilayah kepulauan memiliki banyak tantangan. Akses yang belum merata, kualitas yang belum setara, dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masa depan masih perlu kita kejar bersama, "ujar Sherly.
Program PJJ akan mulai diterapkan pada 2026 di tiga kabupaten, yakni Halmahera Timur, Halmahera Utara dan Pulau Morotai.
Melalui skema ini, siswa tetap dapat melanjutkan pendidikan dengan mendaftar di SMA induk terdekat di kabupaten masing-masing tanpa harus meninggalkan desa atau pulau tempat tinggal mereka.
Proses pembelajaran dilakukan secara jarak jauh dengan dukungan teknologi, namun tetap dikombinasikan dengan pertemuan tatap muka.
Guru dari sekolah induk akan melakukan kunjungan berkala untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sarana penunjang seperti komputer serta memanfaatkan infrastruktur sekolah yang sudah ada, seperti SD dan SMP, sebagai pusat belajar.
Baca juga: Tak Lagi Tunggu Kampus, Beasiswa Maluku Utara Bangkit Kini Jemput Bola ke Sekolah
"Kami menyiapkan komputer dan memanfaatkan infrastruktur SD maupun SMP agar siswa tetap mendapatkan akses pendidikan, dapat mengikuti ujian nasional dan pada akhirnya memperoleh ijazah SMA tanpa harus keluar dari desa atau pulau mereka, "ucapnya.
Melalui program ini, Pemprov Maluku Utara berharap dapat menekan angka putus sekolah sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih adil bagi seluruh anak, terutama di wilayah terpencil dan kepulauan.
Program PJJ menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam pendidikan akibat keterbatasan akses geografis. (*)
| Tak Lagi Tunggu Kampus, Beasiswa 'Maluku Utara Bangkit' Kini Jemput Bola ke Sekolah |
|
|---|
| BKD Maluku Utara Tancap Gas, Wujudkan Sekolah Kedinasan: 26 Putra-Putri Daerah Disiapkan |
|
|---|
| Hardiknas 2026, Gubernur Malut Perkenalkan Sekolah Kedinasan hingga Pendidikan Jarak Jauh |
|
|---|
| May Day 2026: Gubernur Maluku Utara Ajak Buruh Sampaikan Aspirasi dengan Damai dan Bermartabat |
|
|---|
| Kalahkan Pramono Anung dan KDM, Gubernur Malut Sherly Laos Jadi Kepala Daerah Favorit Generasi Muda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Program-PJJ-Maluku-Utara.jpg)