DATA HIV AIDS
HIV/AIDS di Ternate Tembus Ratusan Kasus, Ini Faktor Pemicunya
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate, Maluku Utara menyoroti kasus HIV/AIDS yang menyasar ke kalangan usia produktif.
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate, Maluku Utara menyoroti kasus HIV/AIDS yang menyasar ke kalangan usia produktif.
- Perihal tersebut ditegaskan Penanggung jawab program P2 IMS Dinkes Ternate, Hamidah, pada Selasa (2/12/2025).
- Menurut Hamidah, kasus HIV/AIDS di Kota Ternate per tahun 2025 cukup mengkhawatirkan.
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate, Maluku Utara menyoroti kasus HIV/AIDS yang menyasar ke kalangan usia produktif.
Perihal tersebut ditegaskan Penanggung jawab program P2 IMS Dinkes Ternate, Hamidah, pada Selasa (2/12/2025).
Menurut Hamidah, kasus HIV/AIDS di Kota Ternate per tahun 2025 cukup mengkhawatirkan.
Baca juga: Ramalan Shio Monyet, Ayam, Anjing, Babi Besok Rabu 3 Desember: Karier, Cinta, Nomor Hoki
Yang mana, pihaknya mencatat sebanyak 144 kasus HIV/AIDS per Januari hingga Oktober 2025. Data tersebut menunjukkan, pengidap didominasi oleh kelompok usia produktif.
Rinciannya, lanjut Hamidah, kasus paling banyak ditemukan pada kelompok usia 25-49 tahun sebanyak 81 orang, disusul usia 20-24 tahun 42 orang, usia 15-19 tahun sebanyak 17 orang, dan usia 50 tahun ke atas sebanyak 4 orang.
Salah satu Faktor penyebab meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Ternate adalah maraknya praktek seks bebas. Selain itu, fenomena seks sesama jenis yang kian meningkat.
“Untuk kasus lelaki sex lelaki cukup tinggi bahkan sebagainya juga terkonfirmasi positif HIV,” jelasnya.
Hamidah menuturkan, peningkatan kasus di kalangan usia muda dan dewasa ini menjadi perhatian serius pihak berwenang.
“Peningkatan kasus pada usia produktif ini sangat memprihatinkan. Kami akan memperkuat sosialisasi dan upaya pencegahan, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda,” kata Hamidah.
Selain data kasus baru, Dinas Kesehatan juga memaparkan data Cascade HIV dari tahun 2007 hingga Oktober 2025, secara kumulatif mencapai 1.530 kasus.
Dari jumlah tersebut, 1.051 orang dengan HIV (ODHIV) masih hidup dan terdeteksi, namun hanya 412 yang menjalani terapi ARV (Antiretroviral).
“Kami menghadapi tantangan besar dalam memastikan ODHIV mendapatkan perawatan yang berkelanjutan. Angka LFU (Lost to Follow-Up,red) mencapai 339 kasus, yang berarti banyak pasien berhenti berobat,” terang Hamidah.
Selain itu, tercatat 300 ODHIV pernah masuk perawatan, 479 meninggal, dan 138 dirujuk keluar kota untuk penanganan lebih lanjut.
Dalam rangka menanggulangi penyebaran HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Kota Ternate akan meningkatkan program penjangkauan, melakukan tes HIV secara massal, serta memastikan ketersediaan ARV yang memadai.
Baca juga: Shopee Rayakan 10 Tahun Berdayakan UMKM, Penjualan Global Tembus 270 Miliar US Dollar
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi non-pemerintah, untuk bersama-sama berperan aktif dalam penanggulangan masalah ini,” bebernya.
Lanjut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate mengimbau masyarakat secara sukarela dan berkala melakukan tes HIV, serta menghindari perilaku berisiko yang dapat menyebabkan penularan HIV/AIDS.
"Upaya bersama ini diharapkan mampu menekan angka kasus dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan," imbaunya mengakhiri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Kasus-HIVAIDS-di-Halsel-turun.jpg)