Tamu Tribun
TAMU TRIBUN: BMKG Ternate Ungkap Pola Cuaca Maluku Utara, Puncak Hujan April dan Desember
Ketua Tim Kerja Analisis Data dan Informasi BMKG Ternate, Zaky Alin Nuary, berkunjung ke kantor Tribun Ternate di Jalan Pemuda, Kelurahan Salero
Penulis: Sitti Muthmainnah | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Ketua Tim Kerja Analisis Data dan Informasi BMKG Ternate, Zaky Alin Nuary, berkunjung ke kantor Tribun Ternate di Jalan Pemuda, Kelurahan Salero, Selasa (16/12/2025).
- Zaky Alin mengisi program Podcast Tamu Tribun bertajuk “Akhir Tahun di Maluku Utara, Cuaca Lagi Aman atau Perlu Waspada?”.
- Dalam podcast tersebut, Zaky menjelaskan bahwa pada tahun 2024 BMKG telah menyelesaikan pemutakhiran data iklim di wilayah Maluku Utara.
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE – Ketua Tim Kerja Analisis Data dan Informasi BMKG Ternate, Zaky Alin Nuary, berkunjung ke kantor Tribun Ternate di Jalan Pemuda, Kelurahan Salero, Selasa (16/12/2025).
Zaky Alin mengisi program Podcast Tamu Tribun bertajuk “Akhir Tahun di Maluku Utara, Cuaca Lagi Aman atau Perlu Waspada?”.
Dalam podcast tersebut, Zaky menjelaskan bahwa pada tahun 2024 BMKG telah menyelesaikan pemutakhiran data iklim di wilayah Maluku Utara.
Baca juga: Yance Sayuri Minta Maaf Buntut Mau Tonjok Marc Klok di Laga Malut United vs Persib Bandung
Berdasarkan data tersebut, Maluku Utara memiliki dua puncak musim hujan, yakni pada April dan Desember, dengan intensitas lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Menurut Zaky, pola iklim tersebut berbeda dengan wilayah Jawa karena dipengaruhi faktor geografis. Maluku Utara berada dekat dengan Samudera Pasifik serta dilintasi garis khatulistiwa, yang menjadi sumber utama pembentukan cuaca.
“Maluku Utara dekat dengan Samudera Pasifik dan berada di garis khatulistiwa. Hal ini berdampak pada pola cuaca, sehingga karakter cuacanya hampir sama dengan Papua,” kata Zaky.
Ia menegaskan, hampir seluruh wilayah kabupaten/kota di Maluku Utara rentan terhadap cuaca ekstrem.
Wilayah bagian utara seperti Pulau Morotai, lanjut Zaky, biasanya mengalami puncak cuaca ekstrem pada Desember, sementara wilayah selatan seperti Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu cenderung mengalami puncaknya pada April.
"Tidak ada daerah yang sepenuhnya bebas dari ancaman tersebut, hanya saja waktu puncaknya berbeda-beda," ucap Zaky.
Adapun ancaman cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai menjelang akhir tahun meliputi gelombang tinggi, hujan lebat, dan angin kencang, terutama di wilayah Batang Dua, Loloda, dan Morotai.
Kondisi tersebut kerap terjadi secara bersamaan dan berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Selain pemantauan cuaca, Zaky juga mengungkapkan bahwa sejak tahun 2018 BMKG Ternate gencar melakukan edukasi kepada petani, nelayan, hingga penerbangan terkait kebencanaan.
Kegiatan tersebut secara rutin setiap tahun untuk mencetak agen-agen informasi cuaca di masyarakat.
Baca juga: Maksimalkan Fungsi Representasi Daerah, Graal Taliawo Awasi Program Benih Kementan di Maluku Utara
“Tujuannya agar mereka bisa menjadi pionir dalam menyebarkan informasi prakiraan cuaca kepada masyarakat,” jelasnya.
Pada tahun 2025 mendatang, program edukasi tersebut akan difokuskan di Kota Tidore Kepulauan, dengan harapan dapat diperluas hingga ke pelosok Maluku Utara.
Dengan demikian, saat terjadi cuaca ekstrem, para peserta dapat menjadi jembatan informasi cuaca bagi masyarakat. (*)
| Kepala BPOM di Sofifi Isi Podcast Tamu Tribun, Bagikan Tips Belanja Aman di Momen Nataru |
|
|---|
| TAMU TRIBUN: Bappenas-Bappeda Maluku Utara Tekankan Demokrasi Sehat Lewat Pers BEJO’S |
|
|---|
| Pererat Silaturahmi, Harita Nickel Sambangi Kantor Tribun Ternate |
|
|---|
| Menuju IAC 2025, Mahasiswa Akuntansi Unkhair Ternate Bicara Persiapan Hingga Tantangan Panitia |
|
|---|
| TAMU TRIBUN: Terbang Nyaman di Nataru, Ini Kesiapan Garuda Indonesia Cabang Ternate |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/podcast-bmkg-ternate.jpg)