Pulau Taliabu
Pekerjaan Jembatan Fangahu Taliabu Terbengkalai, APH Didesak Usut Anggaran Rp3,8 Miliar
Jembatan Fangahu di kawasan Kota Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, belum selesai dikerjakan
Penulis: Laode Havidl | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Jembatan Fangahu di kawasan Kota Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, belum selesai dikerjakan.
- Proyek ini dianggarkan melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran (T.A) 2025 sebesar Rp3,8 miliar dengan waktu pelaksanaan selama 45 hari kalender.
- Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, target pembangunan jembatan yang dikerjakan oleh CV Rizky Alief Putra belum mencapai 100 persen.
TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU – Jembatan Fangahu di kawasan Kota Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, belum selesai dikerjakan.
Proyek ini dianggarkan melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran (T.A) 2025 sebesar Rp3,8 miliar dengan waktu pelaksanaan selama 45 hari kalender.
Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, target pembangunan jembatan yang dikerjakan oleh CV Rizky Alief Putra belum mencapai 100 persen.
Baca juga: Pekerja Jembatan Fangahu Taliabu Keluhkan Gaji Sebulan Tak Dibayar, Kontraktor Bungkam
Informasi yang diperoleh Tribunternate.com menyebutkan, pekerjaan Jembatan Fangahu berjalan lambat.
Di lokasi setempat masih terlihat material proyek seperti besi dan bahan bangunan lainnya, serta lebih dari satu unit alat berat yang digunakan.
Direktur CV Rizky Alief Putra, Eko Winarno, selaku pelaksana pekerjaan Jembatan Fangahu, telah dikonfirmasi terkait hal tersebut.
Namun hingga kini, yang bersangkutan belum memberikan respons kepada Tribunternate.com melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, beredar kabar bahwa para pekerja sempat menunda pekerjaan karena diduga belum menerima gaji.
Terpisah, Pemuda Dusun Fangahu, Desa Bobong, Sayuti Jamadin, mengaku awalnya masyarakat setempat berharap pembangunan jembatan tersebut dapat tuntas sesuai target.
Namun, seiring berjalannya waktu, pembangunan jembatan justru terkesan terbengkalai.
“Awalnya kami percaya pihak kontraktor bisa menyelesaikan jembatan ini, padahal kenyataannya terbengkalai lagi. Semestinya jembatan ini sudah selesai sesuai kontrak, karena merupakan akses penghubung dalam Kota Bobong,” terangnya kepada Tribunternate.com saat ditemui di lokasi jembatan, Rabu (28/1/2026).
Karena itu, Sayuti mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulau Taliabu untuk mengusut anggaran proyek Jembatan Fangahu sebesar Rp3,8 miliar.
“Dengan hormat, saya selaku pemuda Dusun Fangahu meminta Kejari dan Polres Pulau Taliabu mengusut tuntas dugaan terbengkalainya pekerjaan jembatan ini, agar diketahui anggaran sebesar itu digunakan untuk apa,” tegasnya.
Baca juga: Tenaga Kerja Lokal Minim, Karang Taruna Soagimalaha Haltim Protes Rekrutmen PT TDJ
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Pulau Taliabu, Endro Sudarmono, mengatakan tiga proyek yang dikerjakan melalui APBD Perubahan 2025 menjadi prioritas pemerintah daerah.
Salah satunya adalah pembangunan Jembatan Fangahu.
“Jalan dan jembatan itu yang utama. Proyek fisik Bobong–Dufo, Nggele–Langganu, dan Jembatan Fangahu,” kata Endro kepada Tribunternate.com, Jumat (5/12/2025). (*)
| Lahan TPU Lama Mulai Penuh, Warga 2 Desa di Taliabu Gotong Royong Buka Lokasi Perkuburan Baru |
|
|---|
| Gegara Hal Ini Ketua Kelompok Nelayan Camar Laut di Taliabu Enggan Serahkan Fiber Bantuan ke Anggota |
|
|---|
| Sempat Cekcok Soal Lahan Parkir Perahu & Rumah Panggung, 2 Warga Desa Jorjoga Taliabu Akhirnya Damai |
|
|---|
| Polsek Siap Lede Pulau Taliabu Amankan 5 Karton Cap Tikus dari KM Graselia |
|
|---|
| Perjuangan Guru di Taliabu Lewati Jalan Berlumpur Menuju Sekolah, Imbas Proyek Box Culvert ? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/jembatan-fangahu-4.jpg)