Pemprov Malut
Abubakar Abdullah: SMK di Malut Harus Menghasilkan, Bukan Hanya Mengajar
Abubakar Abdullah, mendorong Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berkembang sebagai pusat produksi
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- SMK di Maluku Utara didorong berkembang sebagai pusat produksi dan inovasi, bukan sekadar lembaga pendidikan formal
- Hal itu disampaikan Abubakar saat kunjungan kerja di SMK Negeri 3 Tidore Kepulauan, Sabtu (30/1/2026), yang dirangkaikan dengan panen dan penanaman tanaman pertanian hasil praktik peserta didik.
- Pembelajaran di SMK harus berbasis praktik nyata agar lulusan memiliki keterampilan, etos kerja, dan jiwa kewirausahaan yang kuat serta siap bersaing di dunia kerja.
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mendorong Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berkembang sebagai pusat produksi dan inovasi, bukan sekadar lembaga pendidikan formal.
Hal itu disampaikan Abubakar saat kunjungan kerja di SMK Negeri 3 Tidore Kepulauan, Sabtu (30/1/2026), yang dirangkaikan dengan panen dan penanaman tanaman pertanian hasil praktik peserta didik.
Menurut Abubakar, pembelajaran di SMK harus berbasis praktik nyata agar lulusan memiliki keterampilan, etos kerja, dan jiwa kewirausahaan yang kuat serta siap bersaing di dunia kerja.
Baca juga: Jelang Audit BPK, Pemprov Malut Pacu OPD Selesaikan Dokumen Keuangan
“Kita ingin SMK tidak hanya mengajar teori, tetapi mampu menghasilkan produk dan inovasi yang bernilai ekonomi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abubakar memaparkan Tujuh Agenda Aksi Pendidikan 2026 serta arah kebijakan penguatan SMK yang disiapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ia mengungkapkan, Direktorat SMK menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp2,3 triliun pada 2026 untuk berbagai program strategis, di antaranya sertifikasi kompetensi peserta didik dan bahasa asing, revitalisasi SMK, penguatan sarana prasarana, serta kerja sama internasional.
Program lainnya meliputi pengembangan teaching factory, pembelajaran berbasis proyek, proyek kreatif dan kewirausahaan, digitalisasi pembelajaran, penguatan lembaga sertifikasi, sertifikasi mikrokredensial guru kejuruan, hingga program magang guru SMK ke luar negeri.
Abubakar berharap SMK di Maluku Utara dapat memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal agar lebih kompetitif.
“Saya sudah bertemu Direktorat SMK dan mereka berharap daerah dapat aktif memanfaatkan program-program ini,” katanya.
Selain itu, Abubakar juga menyinggung penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di SMK. Ia menyebutkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara telah memfasilitasi 15 dokumen BLUD SMK untuk segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Baca juga: 12 Ramalan Keuangan Shio Besok Senin 1 Februari 2026: Karier Mulus, Saldo Bank Penuh
BLUD dinilai penting untuk memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan sekolah, mengoptimalkan pemanfaatan aset dan unit produksi, serta mendorong kewirausahaan sekolah.
Abubakar juga menekankan pelaksanaan Program “SMK Menanam” bagi SMK dengan konsentrasi pertanian guna memaksimalkan pemanfaatan lahan sekolah sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.
Melalui berbagai program tersebut, Pemprov Maluku Utara menargetkan SMK mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. (*)
| Maluku Utara Jadi Lokus Policy Sandbox Penguatan Pers dan Media BEJO’S |
|
|---|
| Sekda Malut: PKA Harus Hasilkan Dampak Nyata, Bukan Sekadar Dokumen |
|
|---|
| Pemprov Maluku Utara Percepat Digitalisasi Keuangan, KKPD Jadi Andalan Tingkatkan Transparansi |
|
|---|
| DBH hingga Tanggung Jawab Lingkungan di Maluku Utara Jadi Sorotan BAM DPR RI |
|
|---|
| Gubernur Malut Ganti Direktur RSUD Chasan Boesoirie, Rosita Alkatiri Jadi Plt |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/dikbud-di-tidore.jpg)