Pencurian di Halsel
4 Unit Mesin Tempel Nelayan di Halmahera Selatan Dicuri Maling
4 unit mesin tempel merk Yamaha dengan kapasitas 40 PK milik nelayan Desa Buli, Kecamatan Kayoa, Halmahera Selatan dilaporkan hilang dicuri maling
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Aksi pencurian kembali terjadi di pesisir pantai Halmahera Selatan
2. 4 unit mesin tempel merk Yamaha dengan kapasitas 40 PK milik nelayan Desa Buli dilaporkan hilang dicuri maling
3. Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Senin (2/2/2026) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIT
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Aksi pencurian kembali terjadi di pesisir pantai Halmahera Selatan, Maluku Utara.
4 unit mesin tempel merk Yamaha dengan kapasitas 40 PK milik nelayan Desa Buli, Kecamatan Kayoa dilaporkan hilang dicuri maling.
Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Senin (2/2/2026) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIT.
Sasaran maling adalah mesin tempel terpasang pad 3 unit longboat yang diparkir di pelabuhan Desa Buli, lokasi yang selama ini dianggap aman oleh warga.
Baca juga: Jelang Ramadan 2026, Polisi Musnahkan Tempat Penyulingan Cap Tikus di Halmahera Selatan
4 mesin tempel yang hilang tersebut terdiri dari 2 unit milik Idham H. Sarafu, serta masing-masing satu 1 milik Ilham H. Ismail dan Fahria H. Naser.
Maling diduga beraksi dengan leluasa saat larut malam, dengan memanfaatkan minimnya pengawasan dan lemahnya sistem keamanan di kawasan pelabuhan desa.
"Sekitar pukul 23.15 WIT saya mengecek masih ada mesin di longboat, namun paginya mesin sudah tidak ada, "ungkap salah satu korban pencurian, Ilham H. Ismail dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Hilangnya mesin tempel itu bukan hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga memutus mata pencaharian para korban.
Menurut Ismail, mesin-mesin tersebut merupakan alat utama nelayan untuk melaut dan melakukan aktivitas penangkapan ikan yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka.
Akibat pencurian ini, total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Ismail mengatakan nilai tersebut sangat memberatkan, mengingat mesin tempel bukan sekadar barang melainkan sarana produksi yang menentukan pekerjaan.
Baca juga: Target Program CKG Tak Tercapai, Pimpinan OPD hingga Camat Halmahera Selatan Diwarning
Ia juga mengaku, peristiwa hilangnya 4 unit mesin tempel telah dilaporkan ke Polsek Kayoa, Halmahera Selatan.
Para korban berharap aparat kepolisian dapat bergerak cepat dan mengusut tuntas kasus ini, termasuk membongkar jaringan pelaku yang diduga tidak beraksi sendirian.
"Kami berharap aparat tidak hanya berhenti pada pencatatan laporan, tetapi menghadirkan rasa aman nyata agar nelayan tidak terus menjadi korban kejahatan berulang, "tandas Ismail. (*)
| Konsolidasi Demokrasi, FH Unkhair dan Bawaslu Malut Perkuat Kolaborasi Akademik |
|
|---|
| Golkar Bantah Rumor Pergantian Ketua DPRD Taliabu |
|
|---|
| Pembangunan Tahap II Jembatan Fangahu Taliabu Segera Dimulai, Anggaran Rp 1,5 Miliar Disiapkan |
|
|---|
| Pemkab Taliabu Kucurkan Rp 2,4 Miliar untuk Perbaikan Jalan Desa Bobong |
|
|---|
| Politisi dan Komunitas Bentor Tambal Jalan Berlubang Desa Bobong Taliabu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/4-Unit-Mesin-Tempel-Nelayan-di-Halmahera-Selatan-Dicuri-Maling.jpg)