Gunung Dukono Erupsi
Wakapolda Maluku Utara: Penyelidikan Tewasnya 3 Pendaki di Gunung Dukono Terus Berlanjut
Pemandu lokal MRS alias Reja diduga mengabaikan peringatan keselamatan demi melihat kondisi kawah Gunung Dukono secara langsung
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Polda Maluku Utara terus mendalami kasus tewasnya 3 orang akibat erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara
2. Ketiga korban tersebut diketahui berinisial Heng Wen Qiang (WNA), Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (WNA) dan Angel (WNI)
3. Fokus penyelidikan saat ini diarahkan kepada peran pemandu lokal (guide) yang membawa para wisatawan tersebut mendaki ke area berbahaya
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiun menegaskan tim penyidik terus mendalami kasus tewasnya 3 orang akibat erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara.
Ketiga korban tersebut diketahui berinisial Heng Wen Qiang (WNA), Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (WNA) dan Angel (WNI).
Fokus penyelidikan saat ini diarahkan kepada peran pemandu lokal (guide) yang membawa para wisatawan tersebut mendaki ke area berbahaya.
Dikatakan, penyidik tengah mendalami keterlibatan seorang pemandu berinisial MRS alias Reja-Anak Esa.
Baca juga: Erupsi Gunung Dukono Masih Berlangsung, Warga Diminta Jauhi Radius 4 KM
Baca juga: Pangdam Pimpin Operasi Evakuasi 2 WNA Korban Erupsi Gunung Dukono Halmahera Utara
MRS diketahui mempromosikan paket wisata ke Gunung Dukono melalui media sosial dengan nama Open Trip Ayo Baronda.
Saat ini, Polres Halmahera Utara telah mengamankan 2 orang saksi untuk pemeriksaan intensif, yakni:
MRS alias Reja (Penyelenggara/Pemandu)
JA alias Jamal (Rekan MRS)
"Saya sudah memerintahkan tim untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait prosedur pemanduan yang membawa wisatawan tersebut ke atas gunung, "ujar Wakapolda saat didampingi Kapolres Halmahera Utara, Selasa (12/5/2026).
Abaikan peringatan status level II
Berdasarkan keterangan awal, tim penyidik menemukan indikasi bahwa para pemandu sebenarnya sudah mengetahui peringatan dari BPBD Halmahera Utara, mengenai status gunung yang berada pada Level II (waspada).
Yang mana sesuai aturan, pendaki dilarang keras melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari puncak.
Akan tetapi para pemandu diduga mengabaikan peringatan keselamatan tersebut demi melihat kondisi kawah secara langsung.
"Mereka diduga memaksakan naik dan mengabaikan faktor keselamatan meskipun alarm peringatan sudah ada, "tegas Brigjen Pol Stephen.
Selain proses hukum, Wakapolda juga menyoroti legalitas penyelenggara wisata di Maluku Utara.
| Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi, Kolom Abu Mencapai 1.300 Meter |
|
|---|
| Kelalaian Berujung Maut di Gunung Dukono, Polres Halmahera Utara Tetapkan Reza Sebagai Tersangka |
|
|---|
| Update Insiden Maut Erupsi Gunung Dukono, Polres Halmahera Utara Jadwalkan Penetapan Tersangka |
|
|---|
| Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono, 14 Personel Polres Halmahera Utara Terima Penghargaan |
|
|---|
| Pangdam Pimpin Operasi Evakuasi 2 WNA Korban Erupsi Gunung Dukono Halmahera Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Enfestigasi-Polisi-terhadap-korban-erupsi-Gunung-Dukono-Halmahera-Utara.jpg)