Liputan Budaya
MTQ Jaziratul Mulk: Cahaya Al-Quran dan Warisan Islam Kesultanan Ternate
Di bawah langit malam Kamis (5/2/2026), obor-obor menyala di jalanan Ternate. Namun cahaya yang dibawa warga bukan sekadar api, melainkan simbol
Penulis: Sitti Muthmainnah | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Di bawah langit malam Kamis (5/2/2026), obor-obor menyala di jalanan Ternate.
- Namun cahaya yang dibawa warga bukan sekadar api, melainkan simbol dari sesuatu yang lebih tua, lebih dalam, dan lebih sakral: cahaya Al-Qur’an yang telah lama menjadi bagian dari sejarah Kesultanan Ternate.
- Bagi Kesultanan, pawai obor ini bukan hanya pembuka kegiatan MTQ Jaziratul Mulk, tetapi juga penanda bahwa Ternate memiliki jejak panjang sebagai negeri Islam yang dibangun di atas nilai-nilai Al-Qur’an.
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE – Di bawah langit malam Kamis (5/2/2026), obor-obor menyala di jalanan Ternate, Maluku Utara.
Namun cahaya yang dibawa warga bukan sekadar api, melainkan simbol dari sesuatu yang lebih tua, lebih dalam, dan lebih sakral: cahaya Al-Qur’an yang telah lama menjadi bagian dari sejarah Kesultanan Ternate.
Bagi Kesultanan, pawai obor ini bukan hanya pembuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Jaziratul Mulk, tetapi juga penanda bahwa Ternate memiliki jejak panjang sebagai negeri Islam yang dibangun di atas nilai-nilai Al-Qur’an.
Baca juga: Lawan Bali United, Pertahanan Solid Persebaya Surabaya Diuji
Jogugu Kesultanan Ternate, H. Mahmud Zulkiram, menegaskan bahwa obor yang dibawa masyarakat adalah gambaran peradaban.
“Kesultanan ingin menggambarkan sebuah peradaban Islam, bahwa Al-Qur’an merupakan sebuah cahaya, Nur Allah, sehingga kita tebarkan cahaya itu kepada masyarakat Maluku Utara,” ujarnya.
Pawai obor menjadi tanda dimulainya syiar MTQ Jaziratul Mulk yang berlangsung pada 6–9 Februari 2026.
Ternate dan Al-Qur’an dalam Sejarah Kesultanan
Ternate bukan sekadar kota rempah dalam catatan dunia, tetapi juga salah satu pusat penyebaran Islam di kawasan timur Nusantara.
Kesultanan Ternate tumbuh sebagai kerajaan Islam yang menjadikan Al-Qur’an bukan hanya bacaan, tetapi pedoman hidup dan identitas kerajaan.
Mahmud menegaskan, MTQ yang digelar hari ini adalah bagian dari upaya menghidupkan kembali akar sejarah tersebut.
“Kesultanan Ternate sebagai kerajaan Islam tidak hanya identitas, tetapi harus diwarnai dengan nilai-nilai agama yang ditanamkan pada umat Muslim di Ternate,” katanya.
Menurutnya, MTQ Jaziratul Mulk menjadi ruang untuk mengingat bahwa sejarah Ternate dibangun oleh tradisi keislaman yang kuat, terutama menjelang Ramadan, bulan turunnya Al-Qur’an.
Ela-Ela, Tradisi Cahaya dari Masa Lampau
Dalam budaya masyarakat Ternate, pawai obor dikenal sebagai tradisi ela-ela, yang biasa dilakukan pada malam Lailatul Qadar.
Tradisi ini telah diwariskan sejak generasi terdahulu sebagai simbol keberkahan dan cahaya wahyu.
“Ela-ela bukan sesuatu yang baru, ini tradisi yang sudah dilaksanakan oleh tetua-tetua terdahulu,” tutur Mahmud.
Obor menjadi perlambang bahwa cahaya Al-Qur’an selalu hadir dalam perjalanan masyarakat Ternate, dari masa kesultanan hingga hari ini.
Al-Qur’an Tertua, Jejak Warisan Berusia Ratusan Tahun
Salah satu kekhasan MTQ Jaziratul Mulk tahun ini adalah rencana Kesultanan menampilkan Al-Qur’an tertua yang dimiliki, sebagai bukti bahwa sejarah Islam di Ternate bukan cerita baru, melainkan warisan ratusan tahun.
| 4 Ramalan Shio Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci Senin 15 Juni 2026: Cinta, Karier, Nomor Hoki |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Hari Ini Minggu 14 Juni 2026: Nasib, Rezeki dan Peluang |
|
|---|
| Kode Redeem Mobile Legends Minggu 14 Juni 2026, Terbaru EMOTEFREE26 |
|
|---|
| 12 Ramalan Shio Lengkap Minggu 14 Juni 2026: Cinta, Karier, Nomor Hoki |
|
|---|
| Kode Redeem Free Fire Minggu 14 Juni 2026, Dapatkan Item dan Token Undersea FF |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/pawai-obor.jpg)