Sekolah Rakyat di Malut
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos: Sekolah Rakyat Target Rampung Juni 2026, Anggaran Rp 500 M
"Targetnya selesai Juni 2026, sehingga pada tahun ajaran baru nanti, Sekolah Rakyat sudah bisa beroperasi, "ucap Gubernur Maluku Utara Sherly Laos
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Gubernur Maluku Utara Sherly Laos memastikan progres pembangunan Sekolah Rakyat terus berjalan sesuai jadwal
2. Saat ini, 2 lokasi pembangunan tengah dikerjakan, masing-masing di Desa Rioribati, Halmahera Barat dan Desa Kao, Halmahera Utara
3. Proyek tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp 250 miliar per lokasi dan dikerjakan oleh pihak ketiga
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos memastikan progres pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya terus berjalan sesuai jadwal.
Saat ini, 2 lokasi pembangunan tengah dikerjakan yakni:
- Sekolah Rakyat di Desa Rioribati, Kabupaten Halmahera Barat
- Sekolah Rakyar di Desa Kao, Kabupaten Halmahera Utara.
Menurutnya, proyek tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp 250 miliar per lokasi. Jika ada 2 lokasi, maka total anggarannya Rp 500 miliar.
Proyek pembangunan Sekolah Rakyat akan dikerjakan oleh pihak ketiga.
Kemungkinan besar berasal dari BUMN konstruksi yakni PT Hutama Karya.
"Pembangunan sudah berjalan. Targetnya selesai Juni 2026, sehingga pada tahun ajaran baru nanti, Sekolah Rakyat sudah bisa beroperasi," ujar Sherly Laos kepada Tribunternate.com, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: Gandeng BPOM, Pemprov Maluku Utara Terus Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas.
Terutama bagi masyarakat kurang mampu dan wilayah yang masih terbatas fasilitas pendidikannya.
Dengan total investasi mencapai setengah triliun rupiah untuk dua titik pembangunan.
Proyek Sekolah Rakyat ini menjadi salah satu program strategis di sektor pendidikan Maluku Utara.
Ditegaskan, penyelesaian tepat waktu menjadi prioritas agar tidak terjadi keterlambatan operasional.
"Jika sesuai target, maka pada tahun ajaran baru 2026-2027, 2 Sekolah Rakyat tersebut sudah siap menerima siswa, "harapnya.
"Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan."
"Melainkan menjadi instrumen penguatan kualitas sumber daya manusia di Maluku Utara dalam jangka panjang," tandas Sherly Laos.
Apa itu Sekolah Rakyat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sherly-laos-kantor-disnakertrans-1.jpg)