Pulau Taliabu
Proyek Perbaikan Jalan Gunung Sampe Taliabu Diadendum, Dana Rp27 Juta Jadi Nol
Kondisi tanjakan gunung sampe Desa Kawalo-Woyo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, memprihatinkan.
Penulis: Laode Havidl | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Kondisi tanjakan gunung sampe Desa Kawalo-Woyo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, memprihatinkan.
- Jalan yang belum teraspal dan masih berupa tanah ini sudah berulang kali menyebabkan kecelakaan.
- Pantauan Tribunternate.com, jalur tersebut cukup berbahaya karena kondisi jalan yang menanjak curam dan licin, sehingga pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas.
TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Kondisi tanjakan gunung sampe Desa Kawalo-Woyo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, memprihatinkan.
Jalan yang belum teraspal dan masih berupa tanah ini sudah berulang kali menyebabkan kecelakaan. Sejumlah kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, dilaporkan pernah tergelincir bahkan terbalik di lokasi tersebut.
Pantauan Tribunternate.com, jalur tersebut cukup berbahaya karena kondisi jalan yang menanjak curam dan licin, sehingga pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas.
Baca juga: Bappeda Malut Tekankan Komitmen Infrastruktur Prioritas di Musrenbang RKPD 2027 Tidore
Ketua Komisi III DPRD Pulau Taliabu, Budiman L. Mayabubun, menuturkan bahwa dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025 telah dialokasikan anggaran untuk pembenahan tanjakan Gunung Sampe.
Pekerjaan tersebut dikerjakan oleh rekanan CV DM, dengan nama proyek peningkatan jalan dan nilai awal anggaran sebesar Rp700 juta.
Dari total anggaran itu, sekitar Rp200 juta diperuntukkan bagi penanganan ruas jalan di wilayah Fangahu sepanjang kurang lebih 2 kilometer. Sementara sisanya sebesar Rp500 juta dialokasikan khusus untuk perbaikan jalan di tanjakan Gunung Sampe, tepatnya pada jalur Desa Kawalo–Woyo.
"Tapi yang jadi masalah itu dikontrak anggaran untuk jalan sampe tinggal Rp27 juta, itu hanya pekerjaan ringan-ringan seperti pembersihan. Dan justru nilai kontrak pekerjaan jalan Fangahu yang dinaikkan menjadi Rp500 juta," ungkap Budiman, Rabu (11/2/2026).
Mirisnya, hingga batas waktu pelaksanaan, proyek jalan di tanjakan Gunung Sampe justru mengalami adendum. Namun, anggaran yang semula tercatat sebesar Rp27 juta berubah menjadi nol rupiah.
Baca juga: Ramalan 12 Zodiak Sabtu 14 Februari 2026: Aquarius Siap Mulai Babak Baru, Leo Harus Tahan Diri
Budiman menilai, jika pun hanya dianggarkan Rp27 juta, jumlah tersebut tidak masuk akal untuk menangani kondisi jalan di Gunung Sampe.
"Semua dialihkan ke jalan sebaran Fangahu. Ini yang harus kita telusuri. Karena kenapa seharusnya Rp500 juta untuk perbaikan jalan sampe kok jadi nol di adendum itu."
"Padahal jika lihat yang paling urgen adalah di gunung sampe. Setelah dikroscek, mengapa dipindahkan anggaran dan lokasinya ke Fangahu, karena di gunung sampe katanya sulit untuk mobilisasi alat berat, kedua perusahaan pemenang tender ini lambat menangani pekerjaan, ketiga soal waktu yang sangat mepet," pungkasnya. (*)
| Polisi Amankan 19 Sajam dari Pengunjung Wisata Pasir Anjing di Taliabu |
|
|---|
| Petani Asal Taliabu Ditemukan Meninggal di Luwuk, Bawa Uang Rp101 Juta |
|
|---|
| Berbeda dengan Masjid Lain, Al Muhajirin Wayo Taliabu Sudah Kumandangkan Takbir Kamis Malam |
|
|---|
| Berbeda dengan Pemerintah, Sebagian Warga Desa Wayo Taliabu Salat Idulfitri Hari Ini |
|
|---|
| Meriah, Ratusan Warga Desa Wayo Taliabu Ikuti Festival Ela-Ela 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Pickup-berpenumpang-11-orang-terbalik-di-tanjakan-Gunung-Sampe-Pulau-Taliabu-01.jpg)