Kapal Tenggelam di Halsel
Penyidikan Kapal Tenggelam di Halsel Berlanjut, Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Penyelidikan insiden laka laut di perairan Desa Bibinoi, Halmahera Selatan, terus dilakukan tim penyidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Maluku Utara
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Penyelidikan insiden laka laut di perairan Desa Bibinoi, Halmahera Selatan, terus dilakukan tim penyidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Maluku Utara.
- Dalam proses penyelidikan, penyidik tengah meminta keterangan sejumlah pihak. Kasus tersebut juga akan segera digelar untuk penetapan tersangka.
- Riki menyebut, setidaknya sudah ada delapan orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan. Penyidik masih menunggu tambahan beberapa saksi sebelum gelar perkara dilakukan.
TRIBUNTERNATE.COM - Penyelidikan insiden laka laut di perairan Desa Bibinoi, Halmahera Selatan, terus dilakukan tim penyidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Maluku Utara.
Dalam proses penyelidikan, penyidik tengah meminta keterangan sejumlah pihak. Kasus tersebut juga akan segera digelar untuk penetapan tersangka.
“Untuk kasus ini memang dalam waktu dekat kita akan gelar,” kata Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Maluku Utara, Kompol Riki Arinanda, kepada Tribunternate.com, Sabtu (14/2/2026).
Baca juga: Propam Periksa Dua Oknum Anggota Polres Ternate, Diduga Langgar Kode Etik
Riki menyebut, setidaknya sudah ada delapan orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan. Penyidik masih menunggu tambahan beberapa saksi sebelum gelar perkara dilakukan.
“Secepatnya kita gelar, karena penyidik juga sudah berkoordinasi dengan jaksa. Status kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan,” ujarnya.
Diketahui, insiden tersebut terjadi pada 25 Januari 2026 dan mengakibatkan seorang dosen dilaporkan hilang di laut.
Kapal motor PM Indriyani berukuran 6 GT bertolak dari Pelabuhan Basar Baru, Desa Babang, menuju Desa Pigaraja dengan membawa sekitar 59 penumpang.
Saat memasuki perairan Teluk Bibinoi, kapal dihantam gelombang setinggi 1,5 hingga 2 meter. Air masuk ke badan kapal hingga menyebabkan kapal terbalik dan tenggelam.
Seluruh penumpang sempat panik dan terombang-ambing di laut sambil menunggu pertolongan tim SAR.
Semua penumpang berhasil dievakuasi, namun seorang balita bernama Nurul Najwa (2) meninggal.
Baca juga: Musrenbang Kecamatan, Pemerintah Desa di Taliabu Diminta Usulkan Program Pembangunan Prioritas
Sementara itu, satu penumpang lainnya yang belum ditemukan adalah Dr. Wildan (50), dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun Ternate.
Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian selama tujuh hari, namun korban tidak ditemukan hingga operasi SAR resmi ditutup.
Kini, penyelidikan kasus tersebut memasuki titik terang dan penyidik bersiap menetapkan tersangka. (*)
| Update Kapal Tenggelam di Perairan Bibinoi Halmahera Selatan, Nahkoda Ditetapkan Tersangka |
|
|---|
| Pencarian Hari ke 7 Korban Kapal Tenggelam di Halsel Nihil, Dosen Unkhair Ternate Dinyatakan Hilang |
|
|---|
| Polisi Temukan Unsur Kelalaian dalam Insiden Kapal Tenggelam di Perairan Bibinoi Halmahera Selatan |
|
|---|
| Pesan Terakhir Istri untuk Dr Wildan, Dosen Unkhair Ternate yang Hilang dalam Kapal Tenggelam |
|
|---|
| Profil Dosen Unkhair Ternate Wildan yang Dilaporkan Hilang dalam Insiden Kapal Tenggelam di Halsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/kompol-riki-arinanda-2.jpg)