GP Ansor Maluku Utara Siap Gaumkan Polri di Bawah Presiden Prabowo
GP Ansor Maluku Utara juga menilai secara ketatanegaraan, Polri harus berada di bawah Presiden untuk menjamin kesatuan komando
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. GP Ansor Maluku Utara siap dorong kedudukan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus dibawah Presiden RI Prabowo Subianto
2. GP Ansor Maluku Utara juga menilai secara ketatanegaraan, Polri harus berada di bawah Presiden
3. Langkah ini sudah merupakan amanat konstitusi dan prinsip fundamental sistem pemerintahan presidensial
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Pimpinan wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Maluku Utara siap dorong kedudukan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus dibawah Presiden RI Prabowo Subianto.
Langkah ini sudah merupakan amanat konstitusi dan prinsip fundamental sistem pemerintahan presidensial.
GP Ansor Maluku Utara juga menilai secara ketatanegaraan, Polri harus berada di bawah Presiden untuk menjamin kesatuan komando, efektivitas pemerintahan dan stabilitas nasional.
"Dalam negara presidensial, Presiden adalah pemegang kekuasaan pemerintahan, "ucap Ketua PW GP Ansor Maluku Utara Syarif Abdullah saat dikonfirmasi, Senin (16/2/2026).
Baca juga: Jalan Rusak dan Bergelombang, Warga Desa Wayo Taliabu Minta Perhatian Pemerintah
Lebih lanjut GP Ansor Maluku Utara memiliki komitmen kuat untuk menjaga moderasi beragama.
Lalu memperkuat persatuan serta menangkal paham-paham yang dapat memecah belah bangsa.
"Kami nyatakan sikap dukung terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia di bawah langsung Presiden RI, "katanya.
Dukungan tersebut lahir dari kesadaran bahwa stabilitas keamanan merupakan pondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional.
Polri di bawah Presiden, transformasi dan penguatan institusi Polri terus didorong agar semakin profesional, humanis dan presisi dalam melayani masyarakat.
Hal itu karena Polri sebagai alat negara di bidang keamanan dan penegakan hukum wajib berada langsung di bawah Presiden Prabowo.
Syarif juga menilai apabila Polri tidak berada di bawah Presiden, maka akan muncul fragmentasi kewenangan, dualisme komando.
Dan lemahnya akuntabilitas kekuasaan yang pada akhirnya dapat mengancam stabilitas negara dan kepastian hukum.
Untuk itu GP Ansor Maluku Utara mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendukung Polri dalam menjalankan tugasnya, dengan tetap memberikan kritik yang konstruktif.
Baca juga: 12 Ramalan Shio Besok, Selasa 17 Februari 2026 Saat Imlek 2577 Kongzili
Hal itu demi terwujudnya Polri yang profesional, modern, dan berintegritas kedepan nantinya.
Disamping itu juga GP Ansor Maluku Utara akan selalu siap mendukung langkah-langkah strategis Polda Maluku Utara dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif.
"Dukungan tersebut lahir dari kesadaran bahwa stabilitas keamanan merupakan tanggung jawab bersama, "tandasnya. (*)
| Tingkat Hunian Hotel di Malut Februari 2026 Turun, Lama Menginap Ikut Menyusut |
|
|---|
| Inflasi Maluku Utara Maret 2026 Capai 2,56 Persen, Harga Ikan hingga Tarif Listrik Jadi Pemicu |
|
|---|
| Peringatan Dini BMKG: Sejumlah Wilayah di Malut Berpotensi Hujan Lebat Sore Ini |
|
|---|
| Kekayaan Kadis Kehutanan Malut Basyuni Thahir Rp1,79 Miliar, Didominasi Tanah dan Kas |
|
|---|
| Longboat Terbalik di Perairan Halmahera Utara: 7 Selamat, 1 Ditemukan Meninggal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/GP-Ansor-Maluku-Utara-dukung-program-Presiden-RI-Prabowo-Subianto.jpg)