Sabtu, 11 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

MinyaKita Dijual Rp15.700 per Liter di Pasar Higienis Ternate

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos memastikan minyak goreng subsidi MinyaKita mulai dijual di Pasar Higienis Ternate dengan harga Rp15.700 per liter

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Sansul Sardi
KUNJUNGAN - Gubernur Malut Sherly Laos dan Wagub Malut Sarbin Sehe saat mengecek penjualan Minyakita di area pasar Higienis Ternate, Selasa (10/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. Gubernur Maluku Utara Sherly Laos memastikan minyak goreng subsidi MinyaKita mulai dijual di Pasar Higienis Ternate dengan harga Rp15.700 per liter sejak 10 Maret 2026.
  2. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.
  3. Pemerintah daerah melakukan penyaluran MinyaKita secara bertahap sambil memverifikasi distributor yang memenuhi syarat seperti memiliki NIB, NPWP, dan kemampuan pembayaran tunai ke Perum Bulog.

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI- Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, memastikan minyak goreng bersubsidi Minyakita mulai dipasarkan dengan harga Rp15.700 per liter di Pasar Higienis Ternate sejak Selasa (10/3/2026).

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau.

Sherly menjelaskan bahwa penyaluran MinyaKita dilakukan secara bertahap. Pemerintah saat ini masih melakukan proses verifikasi terhadap para distributor yang akan dilibatkan dalam distribusi minyak goreng bersubsidi tersebut.

Baca juga: Ketua DPRD Maluku Utara Iqbal Ruray Siap Kawal Perda Masyarakat Adat

“Distributor yang bisa menyalurkan harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti memiliki NIB, NPWP, serta kemampuan modal untuk melakukan pembayaran tunai kepada Bulog,” ujar Sherly.

Ia menambahkan, setiap distributor diwajibkan mengambil pasokan minyak goreng dengan jumlah minimal 50.000 liter dan maksimal 200.000 liter. Ketentuan ini diterapkan untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar dan tetap terkendali.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan pembatasan pembelian bagi konsumen guna menjaga pemerataan distribusi di masyarakat.

“Setiap pembeli hanya diperbolehkan melakukan transaksi maksimal Rp2 juta dalam satu kali pembelian. Ini supaya distribusinya merata,” jelasnya.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Maluku Utara Selasa 10 Maret 2026 Lengkap

Sementara itu, ketersediaan stok minyak goreng di Perum Bulog wilayah Maluku Utara saat ini masih terbatas. Sherly menyebut jumlah yang tersedia baru sekitar 79.000 liter.

Pemerintah daerah kini menunggu tambahan pasokan dari pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

“Kita masih menunggu pengiriman dari pusat sekitar 440.000 liter lagi. Untuk periode Januari hingga Februari, kuota yang dialokasikan untuk Maluku Utara dari Bulog sebesar 600.000 liter,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved