Minggu, 19 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Cuaca Maluku Utara

BMKG Peringatkan Gelombang Hingga 4 Meter di Perairan Maluku Utara, Berlaku 17–20 Maret

BMKG Babullah Ternate mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Maluku Utara yang berlaku 17–20 Maret 2026

Dok BMKG
PERINGATAN GELOMBANG TINGGI - BMKG Babullah Ternate mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Maluku Utara yang berlaku 17–20 Maret 2026. Tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 1,25 hingga 4 meter di sejumlah wilayah perairan seperti Morotai, Halmahera Barat, Kepulauan Loloda, hingga Batang Dua. 
Ringkasan Berita:
  1. BMKG Babullah Ternate mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Maluku Utara yang berlaku 17–20 Maret 2026.
  2. Tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 1,25 hingga 4 meter di sejumlah wilayah perairan seperti Morotai, Halmahera Barat, Kepulauan Loloda, hingga Batang Dua.
  3. BMKG mengimbau nelayan dan operator kapal meningkatkan kewaspadaan karena kondisi gelombang berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.

TRIBUNTERNATE.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Babullah Ternate mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Maluku Utara.

Peringatan tersebut berlaku mulai 17 Maret 2026 pukul 09.00 WIT hingga 20 Maret 2026 pukul 09.00 WIT.

BMKG menyebutkan, gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan, di antaranya Perairan Ternate, Barat Daya Obi, Timur Obi, Tenggara Obi, Barat Kayoa, Utara Taliabu, Barat Bacan, Timur Sanana, Teluk Kao, hingga Utara Mangole.

Baca juga: Ini Sebaran Madrasah Negeri di Maluku Utara, Halmahera Utara Paling Banyak

Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan lain di Maluku Utara.

Wilayah tersebut meliputi Perairan Barat Laut Morotai, Kepulauan Loloda, Tenggara Morotai, Perairan Gebe, Timur Laut Morotai, Kepulauan Batang Dua, Timur Kepulauan Halmahera, serta Perairan Halmahera Barat.

BMKG menjelaskan kondisi ini dipengaruhi oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian utara yang umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar 6–25 knot.

Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan mencapai 6–30 knot.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di sejumlah perairan di Maluku Utara.

BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi gelombang ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang, hingga kapal ferry.

Baca juga: 449 Warga Halmahera Tengah Terima Program Mudik Gratis

Perahu nelayan dinilai berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter.

Sementara kapal tongkang berisiko ketika angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter, sedangkan kapal ferry dapat terdampak ketika angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter.

BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk di wilayah perairan Maluku Utara selama periode tersebut.

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved