Kamis, 23 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sopir Taksi Online Diduga Diintimidasi Oknum di Bandara Sultan Baabullah Ternate

Sejumlah oknum yang beroperasi di dalam bandara disebut diduga membatasi akses, dengan anggapan penumpang bandara merupakan wilayah layanan mereka

|
Istimewa/Kolase Tribunternate.com
TAKSI ONLINE - Foto kolase dari tangkapan layar video yang merekam aksi oknum sopir bandara diduga mengintimidasi sopir taksi online di kawasan Bandara Sultan Baabullah Ternate, Maluku Utara, Jumat (20/3/2026). 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE – Dugaan intimidasi terhadap sopir taksi online kembali terjadi di kawasan Bandara Sultan Baabullah, Kota Ternate, Maluku Utara.

Sopir taksi online atas nama Ikes ini mengaku diintimidasi oknum sopir taksi offline bandara di lokasi karena menjemput penumpang dari dalam bandara, Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIT.

Kata Ikes, awalnya ia mendapat pesanan penumpang dari dalam area bandara. Namun, ia telah mengingatkan bahwa pengemudi taksi online tidak diperbolehkan menjemput langsung di dalam bandara.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bentrok di Silang-Liaro Halmahera Selatan, Beberapa Warga Jadi Korban

intimidasi sopir taksi online_ikes
TAKSI ONLINE - Foto kolase dari tangkapan layar video yang merekam aksi oknum sopir bandara diduga mengintimidasi sopir taksi online di kawasan Bandara Sultan Baabullah Ternate, Maluku Utara, Jumat (20/3/2026).

Larangan sopir taksi online masuk menjemput penumpang di area bandara juga diduga merupakan arahan para sopir taksi offline setempat.

Setelah diberitahu Ikes bahwa ia tak bisa masuk menjemput, penumpang kemudian sepakat berjalan keluar area bandara untuk dijemput taksi online.

Namun, situasi diduga memanas saat proses penjemputan berlangsung. Ikes mengaku mendapat informasi dari penumpang bahwa mereka sempat dikejar oleh oknum yang diduga sopir taksi bandara hingga ke arah portal keluar.

Setibanya di titik penjemputan, sekitar 10 meter dari portal bandara, Ikes kemudian mengaku didatangi seorang oknum yang kemudian melontarkan kata-kata kasar.

Oknum tersebut disebut mempertanyakan statusnya sebagai pengemudi taksi online, lalu melarangnya mengambil penumpang di area tersebut.

"Penumpang saya kemudian tunggu di jarak 10 meter dari portal, tapi yang namanya Om Pei itu (oknum sopir taksi bandara) datang dan maki-maki saya, dia tanya jika saya taksi online atau bukan,"

“Saya sudah di luar area, di dekat portal, tapi tetap dilarang. Bahkan saya diminta turun dari mobil dan menurunkan penumpang,” ungkapnya via WhatsApp.

Permintaan tersebut tidak diindahkan Ikes karena penumpang dalam kondisi terburu-buru.

Ikes juga menyebut, penumpang memilih menggunakan layanan taksi online karena tarif yang dinilai lebih terjangkau dibandingkan tarif taksi dalam bandara.

"Dia ajak saya turun dari mobil, sampai minta saya turunkan penumpang dari mobil saya juga, tapi tidak saya iyakan. Posisi penumpang juga buru-buru. Penumpang posisinya cuma pegang uang Rp200 ribu, mereka tidak sanggup bayar ongkos taksi bandara," jelas Ikes.

Diketahui, praktik pelarangan taksi online menjemput penumpang di area bandara kerap terjadi. Sejumlah oknum yang beroperasi di dalam bandara disebut diduga membatasi akses, dengan anggapan penumpang bandara merupakan wilayah layanan mereka.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola bandara maupun instansi terkait mengenai kejadian tersebut. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved