Pemprov Malut
Pemprov Maluku Utara Matangkan Persiapan Haji 2026, Libatkan 11 Instansi
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggelar rapat koordinasi bersama 11 instansi di Bandara Sultan Baabullah
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggelar rapat koordinasi bersama 11 instansi di Bandara Sultan Baabullah untuk mematangkan persiapan keberangkatan haji 2026.
- Sebanyak 788 calon jemaah haji dijadwalkan berangkat pada 29 dan 30 April 2026, dengan imbauan datang lebih awal ke bandara untuk menghindari kendala.
- Sekitar 40 persen jemaah merupakan lansia, sehingga pemerintah memberi perhatian khusus pada aspek kesehatan dan pelayanan selama proses keberangkatan.
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara terus mematangkan persiapan keberangkatan calon jemaah haji tahun 2026. Salah satunya rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Setda, Asrul Gailea, bersama sejumlah pihak terkait di Bandara Sultan Baabullah, Senin (26/3/2026).
Rapat ini melibatkan berbagai unsur penting di lingkungan bandara, mulai dari pihak keamanan, kesehatan bandara, AirNav, ground handling, hingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Secara keseluruhan,11 instansi turut ambil bagian dalam koordinasi tersebut.
Asrul menjelaskan, rapat ini bertujuan memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan lancar serta mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan.
Baca juga: 3 Zodiak Masuk Era Baru yang Menginspirasi Mulai Kamis 26 Maret 2026, Hidup Aries Berubah Drastis
“Kami ingin memastikan semua pihak memahami peran masing-masing dan bergerak secara terkoordinasi. Ini penting untuk mengantisipasi potensi kendala di lapangan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, juga disepakati teknis keberangkatan bersama maskapai Sriwijaya Air. Pesawat dijadwalkan mendarat pukul 07.30 WIT pada hari keberangkatan jemaah.
Dengan jadwal tersebut, calon jemaah haji diimbau sudah berangkat dari asrama haji lebih awal, setidaknya 1,5 hingga 2 jam sebelum waktu penerbangan.
“Perjalanan dari asrama ke bandara sekitar 30 menit. Namun, proses pemeriksaan seperti X-ray dan bagasi membutuhkan waktu tambahan, sehingga kedatangan lebih awal sangat penting,” jelasnya.
Untuk jadwal keberangkatan, Asrul menyebutkan jika tidak ada perubahan, penerbangan akan dilakukan pada 29 dan 30 April 2026, masing-masing untuk kloter 13 dan kloter 15. Sementara itu, jumlah calon jemaah haji asal Maluku Utara tahun ini tercatat sebanyak 788 orang.
Terkait kemungkinan adanya jemaah pengganti, Asrul menegaskan bahwa hal tersebut menjadi kewenangan teknis Kementerian Haji.
“Yang pasti akan ada mekanisme pengganti, tetapi teknisnya sepenuhnya diatur oleh kementerian,” katanya.
Baca juga: 5 Zodiak Memiliki Ramalan Bintang Paling Menakjubkan Kamis 26 Maret 2026: Virgo Dapat Bantuan!
Ia juga mengungkapkan adanya dua calon jemaah yang meninggal, sehingga saat ini proses penggantian tengah dilakukan.
Dari sisi demografi, sekitar 40 persen calon jemaah haji tahun ini merupakan kelompok usia di atas 60 tahun. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri dalam persiapan layanan, terutama terkait kesehatan dan kenyamanan selama perjalanan ibadah.
“Karena masa tunggu haji cukup panjang, banyak jemaah kita yang sudah lanjut usia. Ini menjadi fokus kami dalam memastikan pelayanan berjalan optimal,” tandasnya. (*)
| Dorong UMKM Naik Kelas, BI dan Pemprov Maluku Utara Gaspol Digitalisasi: Tembus Pasar Nasional |
|
|---|
| Ungkap Fakta Tutupan Hutan di Malut, Basyuni Thahir: Pinjam Pakai Tak Selalu Merusak Permanen |
|
|---|
| Sinergi Pusat-Daerah: Menpora dan Gubernur Maluku Utara Fokus Bangun Prestasi Olahraga |
|
|---|
| Pemprov Maluku Utara Percepat Penanganan Dampak Bencana di Sektor Pendidikan |
|
|---|
| Gubernur Maluku Utara Dorong Kehadiran PTUN di Sofifi, Dekatkan Akses Keadilan bagi Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/koordinasi-haji-2026.jpg)