Jumat, 15 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Sherly Laos: Mari Berinvestor di Maluku Utara

"Kebutuhan daging ayam di Maluku Utara sekitar 25 ribu ton per tahun, dengan potensi perputaran ekonomi mendekati Rp 1 triliun, "kata Sherly Laos

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Munawir Taoeda
Dok Humas Pemprov Maluku Utara
INVESTASI: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos (ketiga dari kiri) pada acara pertemuan Saudagar Bugis Makassar ke 26 di Makassar, Sulawesi Selatan. Pada kesempatan itu ia mengajak berbagai investor untuk masuk ke sektor potensial ke daerah yang ia pimpin sekarang ini 
Ringkasan Berita:1. Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengajak investor masuk ke sektor potensial di daerahnya.
2. Sektor potensial yang dimaksud meliputi komoditas ayam, telur, hingga tuna yang nilai ekonominya mencapai triliunan rupiah
3. Maluku Utara memiliki potensi ekonomi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal, terutama pada sektor peternakan dan perikanan

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengajak investor masuk ke sektor potensial di daerahnya.

Sektor potensial yang dimaksud meliputi komoditas ayam, telur, hingga tuna yang nilai ekonominya mencapai triliunan rupiah.

Ajakan itu disampaikan dalam momen Pertemuan Saudagar Bugis Makassar ke-26 di Makassar, yang mempertemukan kalangan pengusaha dengan pemerintah daerah.

Dalam forum tersebut, Sherly Laos menilai Maluku Utara memiliki potensi ekonomi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal, terutama pada sektor peternakan dan perikanan.

Baca juga: Gubernur Sherly Laos Ajak Saudagar Bugis Makassar Investasi di Maluku Utara, Prioritas Sektor Pangan

Ia menyebutkan, kebutuhan daging ayam di Maluku Utara mencapai sekitar 25 ribu ton per tahun, dengan potensi perputaran ekonomi mendekati Rp 1 triliun.

Gubernur Maluku Utara ajak sejumlah pengusaha atau perusahaan untuk berinvestor 01
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos (ketiga dari kiri) pada acara pertemuan Saudagar Bugis Makassar ke 26 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sementara itu, komoditas telur diperkirakan memiliki potensi pasar hingga Rp 800 miliar per tahun.

Baca juga: Permukiman Baru Kawasi Jadi Model Hunian Inklusif dan Berkelanjutan di Maluku Utara

Selain itu, sektor perikanan, khususnya ikan tuna, juga dinilai sangat menjanjikan.

Namun tingkat pemanfaatannya masih sekitar 20 persen akibat keterbatasan armada tangkap, fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) dan industri pengolahan.

"Ini peluang besar bagi investor karena permintaan tinggi, sementara pasokan masih terbatas, "kata Sherly Laos seraya menambahkan pemerintah daerah terus mendorong masuknya investasi guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, sekaligus memperkuat ekonomi Maluku Utara sebagai kawasan strategis di Indonesia timur. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved