Minggu, 12 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Harga Pala

Harga Hasil Bumi Unggulan di Halmahera Selatan Hari Ini: Kopra Anjlok, Pala Rp 90 Ribu per Kilogram

Di Halmahera Selatan, pala dijual Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram, fuli Rp 240 hingga Rp 250 ribu per kilogram

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Nurhidayat Hi Gani
KOMODITAS: Sejumlah pekerja di Toko Hasil Bumi Labuha, Halmahera Selatan sedang memilah pala, Senin (30/3/2026). Untuk pala Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram, fuli Rp 240 hingga Rp 250 ribu per kilogram 
Ringkasan Berita:1. Berikut harga komoditi unggulan di Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (30/3/2026)
2. Sejumlah komoditi seperti pala, fuli dan kakao (coklat) harganya tercatat masih stabil, akan tetapi kopra alami penurunan harga
3. Ada pun sejumlah komoditi unggulan tersebut, merupakan mata pencaharian mayoritas petani di Halmahera Selatan

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Berikut harga hasil bumi unggulan di Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (30/3/2026).

Sejumlah komoditi seperti pala, fuli dan kakao (coklat) harganya tercatat masih stabil, akan tetapi kopra alami penurunan harga.

Ada pun sejumlah hasil bumi unggulan tersebut merupakan mata pencaharian mayoritas petani di Halmahera Selatan.

Untuk pala Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram, fuli Rp 240 hingga Rp 250 ribu per kilogram.

Baca juga: Daftar Harta Kekayaan 8 Pejabat yang Berebut Kursi Sekda Halmahera Selatan, Siapa Terkaya?

Sementara kakao (coklat) Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kilo gram, dan kopra Rp 12 ribu per kilo gram.

Harga sejumlah komoditi tersebut terdapat di Toko Mandiri Raya dan Toko Hasil Bumi di Labuha, Kecamatan Bacan.

Wernad, karyawan Toko Hasil Bumi di Labuha mengatakan bahwa harga kopra turun sebelum bulan suci Ramadan 2026.

KOMODITAS: Sejumlah pekerja di Toko Hasil Bumi Labuha, Halmahera Selatan sedang memilah pala, Senin (30/3/2026).
KOMODITAS: Sejumlah pekerja di Toko Hasil Bumi Labuha, Halmahera Selatan sedang memilah pala, Senin (30/3/2026). (TribunTernate.com/Nurhidayat Hi Gani)

"Harga awalnya Rp 14 ribu per kilogram turun jadi Rp 12 ribu, kalau pala dan lain-lain masih stabil, "katanya.

Dikatakan, harga kopra ditentutkan oleh bursa pasar dunia. Jika bursa naik, harga pun ikut naik. Sebaliknya juga begitu.

"Bursa turun harga turun, bursa naik, harga naik. Jadi tergantung bursa dunia, "ungkapnya.

Baca juga: Kapolres Halmahera Selatan Imbau Warga Tak Terprovokasi Bentrok Silang-Liaro

Wernad menambahkan, kopra yang dijual ke Toko Hasil Bumi, rata-rata dari petani di wilayah Pulau Bacan.

Sedangkan pala, dari petani di Pulau Mandioli, dan Kecamatan Kepulauan Botang Lomang.

"Kita jual lagi ke Surabaya sehingga tidak mungkin kita ikut harga Surabaya. Kan kita juga hitung operasional dan lain-lain, "tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved