Pemkot Tidore
Pasca Gempa M7,6, Pemkot Tidore Siaga dan Siapkan Evakuasi Warga Pesisir
Wali Kota Muhammad Sinen meninjau langsung kondisi warga pascagempa M7,6 dan mengimbau masyarakat tetap waspada
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Muhammad Sinen meninjau langsung kondisi warga pascagempa M7,6 dan mengimbau masyarakat tetap waspada meski peringatan tsunami telah berakhir.
- Pemkot Tidore mengerahkan BPBD, Satpol PP, dan OPD untuk menyiapkan evakuasi, logistik, serta layanan kesehatan bagi warga terdampak.
- Sebanyak 72 warga pesisir telah mengungsi, sementara pemerintah memastikan tidak ada korban jiwa dan terus memantau situasi beberapa hari ke depan.
RILIS
TRIBUNTERNATE.COM, TIDORE – Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, meninjau kondisi masyarakat pascagempa magnitudo 7,6 yang mengguncang Maluku Utara - Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026).
Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Ketua DPRD H. Ade Kama, serta jajaran BPBD dan OPD terkait.
Meski status peringatan dini tsunami dari BMKG telah berakhir, Muhammad Sinen mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di kawasan pesisir.
Baca juga: Polda Maluku Utara Hentikan Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan PT Beteravel Indonesia
“Waspada itu penting, tapi jangan panik. Jika dalam situasi darurat, anak bayi, ibu hamil, dan lansia segera dievakuasi ke tempat aman,” ujar Muhammad Sinen.
Ia juga menegaskan agar masyarakat terus memantau informasi resmi dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, mengingat potensi gempa susulan masih bisa terjadi.
Pemkot Tidore Kepulauan juga telah menginstruksikan sejumlah OPD untuk bersiaga. Dinas Sosial diminta menyiapkan logistik seperti makanan instan dan air bersih, sementara Dinas Kesehatan mengarahkan seluruh puskesmas untuk siaga dan memantau kondisi warga, khususnya kelompok rentan.
Selain itu, Satpol PP dikerahkan untuk membantu proses evakuasi, dan koordinasi dengan TNI/Polri juga dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan di lapangan.
Kepala BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, menyebutkan hingga saat ini belum ditemukan kerusakan bangunan berat maupun korban jiwa.
Namun, tercatat sebanyak 72 warga pesisir di Kelurahan Rum Balibunga telah melakukan evakuasi mandiri ke Kelurahan Fobaharu.
“Status tsunami memang sudah berakhir, namun masyarakat tetap diminta waspada dan memantau informasi terbaru,” jelasnya.
Baca juga: Kapolres Halut Fasilitasi Perdamaian Pemuda Desa Kira-Duma, Sepakat Jaga Keamanan
Pemkot Tidore juga menyiapkan wilayahnya sebagai jalur evakuasi bagi warga dari daerah lain, termasuk Ternate, dengan sejumlah titik kumpul yang telah ditetapkan sesuai roadmap.
Ia turut meminta seluruh camat, lurah, dan kepala desa untuk segera mendata potensi kerusakan rumah warga serta memastikan kebutuhan masyarakat yang mengungsi terpenuhi.
Pemerintah daerah pun akan terus siaga dan memantau kondisi selama beberapa hari ke depan guna mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi. (*)
| Pemkot Tidore Raih WTP Ke-12, Tindak Lanjut Temuan BPK Capai 77 Persen |
|
|---|
| Nuansa Adat Warnai Festival Sorame di Oba Tengah, Wali Kota Tidore Tekankan Filosofi Jasmerah |
|
|---|
| Pemda Tidore Jawab 20 Poin Pandangan Fraksi DPRD soal Ranperda Inovasi Daerah |
|
|---|
| Libur Nasional dan Cuti Bersama, Dukcapil Tidore Tetap Buka Layanan |
|
|---|
| Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Tidore Terima Bantuan Usaha dari Kemensos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/muhammad-sinen-dan-ahmad-laiman-pertemuan-pascagempa.jpg)