Jumat, 10 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Unkhair Ternate

Raker Unkhair Ternate 2027, Anggaran Rp118 Miliar Difokuskan ke IKU dan Riset

Rektor Universitas Khairun, Abdullah W. Jabid, membuka Raker penyusunan program dan anggaran 2027 yang menjadi momentum strategis

Dok: Unkhair Ternate
KEBIJAKAN - Rektor Unkhair Ternate, Abdullah W Jabid. Dalam raker tersebut, Unkhair menekankan perubahan paradigma dari spending-oriented menjadi impact-oriented, dengan fokus pada hasil, transparansi, dan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan. 

Ringkasan Berita:
  1. Rektor Unkhair, Abdullah W. Jabid, membuka Raker penyusunan program dan anggaran 2027 yang menjadi momentum strategis dalam menentukan arah kebijakan kampus ke depan.
  2. Dalam raker tersebut, Unkhair menekankan perubahan paradigma dari spending-oriented menjadi impact-oriented, dengan fokus pada hasil, transparansi, dan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan.
  3. Pagu anggaran 2027 diproyeksikan sebesar Rp118 miliar dengan pembagian 40 persen untuk universitas dan 60 persen untuk fakultas.

TRIBUNTERNATE.COM — Rektor Universitas Khairun, Abdullah W. Jabid, resmi membuka Rapat Kerja (Raker) Penyusunan Program dan Anggaran Tahun 2027 di Aula Nuku, Kampus II Gedung Rektorat, Ternate, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Bagian Perencanaan Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum (BPKU) ini akan berlangsung hingga 21 April 2026.

Raker turut menghadirkan Muhammad Antoni Fauzi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta Triena Eka Wijaya.

Baca juga: Unkhair Ternate Gelar Sosialisasi IKU 2026, Abdullah W Jabid Tekankan Kinerja Berbasis Data

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa raker bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi momentum strategis dalam menentukan arah masa depan Unkhair.

“Raker ini harus menjadi ruang refleksi dan keberanian institusional untuk menata ulang kebijakan. Kita diuji, apakah bertahan pada pola lama atau berani melompat menjadi kampus yang berdampak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya reformulasi dalam penyusunan program dan anggaran, mulai dari cara berpikir, cara kerja, hingga penentuan prioritas.

Menurutnya, tidak semua program yang selama ini dijalankan masih relevan dengan kebutuhan zaman, sehingga perlu evaluasi secara kritis dan objektif.

“Efisiensi bukan sekadar mengurangi anggaran, tetapi meningkatkan kualitas keputusan. Setiap program harus memiliki nilai tambah dan dampak yang terukur,” tegasnya.

Rektor menyebutkan tiga prinsip utama dalam penyusunan anggaran, yakni berorientasi pada hasil, transparansi dan akuntabilitas, serta memberikan dampak nyata.

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk beralih dari pendekatan spending-oriented ke impact-oriented guna mendorong peningkatan akreditasi, kualitas riset, inovasi, serta daya saing lulusan.

Sementara itu, Bagian Perencanaan BPKU Unkhair, Idham A. Ibrahim, menjelaskan bahwa pagu anggaran Unkhair tahun 2027 diproyeksikan sekitar Rp118 miliar.

Anggaran tersebut akan dibagi dengan komposisi 40 persen di tingkat universitas dan 60 persen ke fakultas, dengan mempertimbangkan jumlah mahasiswa serta klaster Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Selain itu, penganggaran difokuskan pada pencapaian sembilan Indikator Kinerja Utama (IKU), termasuk peningkatan akreditasi program studi dan institusi.

Baca juga: Sabtu Ini, Unkhair Ternate Wisuda 676 Lulusan dan Kukuhkan Dua Guru Besar

“Untuk mendukung riset dan pengabdian kepada masyarakat, dialokasikan minimal 15 persen dari total anggaran,” ujarnya.

Raker ini diikuti para wakil rektor, dekan, kepala biro, pimpinan lembaga, hingga unit penunjang akademik.

Usai pembukaan, Rektor bersama pimpinan fakultas juga menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved