Pemprov Malut
Gelombang Tinggi 15–18 April 2026, Gubernur Malut Ingatkan Risiko Kecelakaan Laut
Pemprov Malut mengingatkan potensi gelombang tinggi akibat angin kencang dan hujan pada 15–18 April
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Pemprov Malut mengingatkan potensi gelombang tinggi akibat angin kencang dan hujan pada 15–18 April.
- Nelayan diminta memantau kondisi laut sebelum melaut guna menghindari kecelakaan, sementara masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko cuaca ekstrem.
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI- Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengimbau masyarakat tetap waspada adanya potensi anomali cuaca khususnya gelombang tinggi.
Imbauan ini menyusul edaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Baabullah yakni adanya potensi gelombang tinggi berkisar 1,25 meter-2,5 meter di perairan Maluku Utara (Malut) mulai periode 15-18 April.
Menurut Sherly, intensitas hujan yang mulai terjadi dan hembusan angin yang cukup kuat dapat menimbulkan risiko kecelakaan maupun gangguan kesehatan.
Baca juga: Pengawasan Hutan di Maluku Utara Masih Dikendalikan Pusat
Oleh karena itu, secara khusus Sherly meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi sekitar serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.
Dalam arahannya, ia juga menyoroti pentingnya kewaspadaan bagi para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari laut. Ia menegaskan agar sebelum memutuskan melaut, nelayan perlu terlebih dahulu memantau kondisi cuaca dan gelombang.
Tindakan preventif ini dianggap sebagai langkah penting untuk mengurangi potensi kecelakaan di laut, jelas Sherly.
Baca juga: Pemprov Malut Finalisasi Teknis Haji 2026, 785 Jemaah Masuk Kloter 13 dan 15
Dilansir dari edaran BMKG Sultan Baabullah No. NO.B/ME.01.05/PDGT/15/KTTE/IV/2026 gelombang 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa titik seperti Perairan Laut Morotai, Batang Dua, Loloda serta Gebe.
Gelombang ini dipicu oleh pola angin Indonesia bagian utara bergerak dari barat hingga utara dengan kecepatan berkisar 5-20 knot.
Sherly mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan peringatan dini BMKG, maupun arahan dari instansi terkait. Dengan demikian, setiap langkah yang diambil dapat selaras dengan upaya mitigasi risiko bencana yang lebih komprehensif. (*)
| Abubakar Abdullah: Rp 720 Miliar di APBD 2026 Terserap untuk Kebutuhan Guru di Maluku Utara |
|
|---|
| Pemprov Maluku Utara Gelar Sosialisasi SOP AP, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan |
|
|---|
| Dubes Tiongkok dan Menteri Transmigrasi Tinjau Industri Kelapa di Malut, Bahas Peluang Investasi |
|
|---|
| Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pembelajaran, Pengurus MKKS dan MGMP Ternate Dilantik |
|
|---|
| Dikbud Malut Perketat Seleksi Kepala Sekolah, Rekrutmen Dibuka Lewat Sistem Kemendikdasmen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sherly-laos-imbauan-cuaca.jpg)