Kamis, 4 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Dikbud Malut Perketat Seleksi Kepala Sekolah, Rekrutmen Dibuka Lewat Sistem Kemendikdasmen

Proses seleksi dilakukan secara bertahap, dimulai dari seleksi administrasi, uji substansi, hingga pelatihan kepemimpinan

Tayang:
TribunTernate.com/Sansul Sardi
SELEKSI - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara Abubakar Abdullah di acara pelantikan pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK, dan SLB serta Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kota Ternate periode 2026–2029, Rabu (3/6/2026). Ia mengakui bahwa hingga saat ini masih terdapat berbagai persoalan dalam tata kelola sekolah. Salah satu faktor utama yang menentukan kualitas pengelolaan sekolah, kata dia, terletak pada kapasitas manajerial kepala sekolah. 

Ringkasan Berita:
  • Dikbud Maluku Utara memperketat seleksi kepala sekolah melalui sistem terbuka yang terintegrasi dengan Kemendikdasmen.
  • Proses rekrutmen dilakukan bertahap, mulai dari seleksi administrasi, uji substansi, hingga pelatihan dan penetapan melalui BKN serta persetujuan gubernur.
  • Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kualitas tata kelola sekolah, dengan menekankan kompetensi, integritas, dan kinerja sebagai dasar utama penilaian.

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara, Abubakar Abdullah, tegaskan pentingnya peran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) sebagai wadah berbagi praktik baik dan peningkatan tata kelola pendidikan di daerah.

Hal tersebut ia sampaikan usai menghadiri pelantikan pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK, dan SLB serta Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kota Ternate periode 2026–2029, Rabu (3/6/2026).

Menurut Abubakar Abdullah, Dikbud akan melakukan pemantauan secara berkala agar organisasi MKKS dapat berfungsi optimal sebagai ruang kolaborasi antarkepala sekolah.

Baca juga: Literasi dan Numerasi Siswa Masih Rendah, Dikbud Malut Perkuat Kompetensi Guru

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara Abubakar Abdullah di acara pelantikan pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK, dan SLB serta Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kota Ternate periode 2026–2029, Rabu (3/6/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara Abubakar Abdullah di acara pelantikan pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK, dan SLB serta Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kota Ternate periode 2026–2029, Rabu (3/6/2026). (TribunTernate.com/Sansul Sardi)

“MKKS harus terus dihidupkan dan difungsikan dengan baik. Nanti di dalam forum tersebut akan ada pertukaran praktik-praktik terbaik dari para kepala sekolah yang bisa ditransformasikan ke sekolah lain,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa hingga saat ini masih terdapat berbagai persoalan dalam tata kelola sekolah. Salah satu faktor utama yang menentukan kualitas pengelolaan sekolah, kata dia, terletak pada kapasitas manajerial kepala sekolah.

“Karena itu kami terus melakukan perbaikan, termasuk melalui proses rekrutmen kepala sekolah yang lebih terbuka dan profesional,” katanya.

Abubakar Abdullah menjelaskan, saat ini Pemprov Maluku Utara sedang membuka pendaftaran calon kepala sekolah melalui dashboard resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Proses seleksi dilakukan secara bertahap, dimulai dari seleksi administrasi, uji substansi, hingga pelatihan kepemimpinan.

“Seleksi administrasi masih berlangsung dan kemungkinan akan ditutup dalam tiga hingga empat hari ke depan karena sudah hampir dua minggu dibuka,” jelasnya.

Peserta yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti tahap uji substansi berupa asesmen dan wawancara. Setelah itu, calon kepala sekolah yang memenuhi syarat akan mengikuti pelatihan dan workshop manajerial sebelum diusulkan sebagai kandidat kepala sekolah.

“Nantinya usulan tersebut diproses melalui sistem Badan Kepegawaian Negara (BKN), kemudian mendapatkan persetujuan gubernur sebelum ditetapkan sebagai kepala sekolah,” ujarnya.

Terkait proses wawancara, Abubakar mengatakan pihaknya masih menunggu arahan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, apakah akan terlibat langsung dalam proses tersebut atau mendelegasikannya kepada tim independen yang ditunjuk secara khusus.

“Kami akan meminta arahan Ibu Gubernur apakah beliau akan terlibat langsung dalam tahap wawancara atau menunjuk tim independen yang dipercaya untuk melaksanakan proses tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh jabatan kepala sekolah yang masih kosong atau membutuhkan evaluasi akan mengikuti mekanisme seleksi tersebut. Sementara 27 kepala sekolah yang baru dilantik sebelumnya tidak lagi mengikuti proses rekrutmen.

Menurut Abubakar, saat ini terdapat lebih dari 400 satuan pendidikan di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Maluku Utara sehingga kebutuhan kepala sekolah yang kompeten masih cukup besar.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved