Selasa, 28 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Unkhair Ternate

Lab Terpadu Unkhair Ternate Jalani Asesmen KAN, Target Perluasan Standar ISO 17025

Laboratorium Terpadu Unkhair menjalani asesmen surveilans ke-2 dan pengajuan perluasan ruang lingkup ISO 17025 oleh KAN pada 27 April 2026

Dok: Unkhair Ternate
ASESMEN - Laboratorium Terpadu Unkhair menjalani asesmen surveilans ke-2 dan pengajuan perluasan ruang lingkup ISO 17025 oleh KAN pada 27 April 2026. Unkhair berkomitmen meningkatkan mutu laboratorium dengan dukungan hibah Rp100 miliar untuk pembangunan fasilitas dan alat. 
Ringkasan Berita:
  1. Laboratorium Terpadu Unkhair menjalani asesmen surveilans ke-2 dan pengajuan perluasan ruang lingkup ISO 17025 oleh KAN pada 27 April 2026.

  2. Unkhair berkomitmen meningkatkan mutu laboratorium dengan dukungan hibah Rp100 miliar untuk pembangunan fasilitas dan alat.

  3. Asesmen berlangsung tiga hari, mencakup observasi lapangan, verifikasi dokumen, serta evaluasi sistem manajemen mutu laboratorium.

RILIS

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Universitas Khairun (Unkhair) Ternate melalui Laboratorium Terpadu resmi menjalani asesmen surveilans ke-2 sekaligus pengajuan Perluasan Ruang Lingkup (PRL) standar ISO 17025 oleh Komite Akreditasi Nasional, Senin (27/4/2026).

Kunjungan tim asesor KAN ini menjadi bagian dari evaluasi keberlanjutan mutu sekaligus pengembangan layanan pengujian di laboratorium tersebut.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unkhair, Abdul Kadir Kamaluddin, menegaskan komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas laboratorium sebagai pusat inovasi riset.

Baca juga: 3 Shio Paling Beruntung dan Makmur Sepanjang Pekan 27 April - 3 Mei 2026: Kuda Memimpin!

Ia menjelaskan, pada akreditasi awal Laboratorium Terpadu Unkhair baru memiliki lima ruang lingkup pengujian. Namun ke depan, pihak kampus terus mendorong perluasan layanan seiring peningkatan fasilitas dan dukungan anggaran.

“Tahun ini kami mendapat hibah sekitar Rp100 miliar melalui SBSN untuk pembangunan gedung dan pengadaan alat laboratorium. Ini menjadi langkah besar dalam penguatan mutu dan kapasitas riset,” ujarnya.

Menurutnya, asesmen surveilans ini juga menjadi momentum evaluasi terbuka terhadap berbagai aspek, mulai dari pelayanan, sumber daya manusia (SDM), hingga pemanfaatan peralatan laboratorium.

Fokus pada Mutu dan Konsistensi Standar

Asesor Kepala KAN, Murtiningsih, mengapresiasi komitmen Unkhair dalam pengembangan laboratorium.

Ia menekankan pentingnya peran laboratorium dalam menjamin kualitas hasil pengujian.

“Kalau berbicara mutu, laboratorium adalah kunci. Dari hasil pengujianlah kita bisa memastikan kualitas suatu produk atau penelitian,” katanya.

Ia menambahkan, asesmen kali ini berfokus pada kesesuaian penerapan standar ISO 17025 serta konsistensi sistem manajemen mutu sejak akreditasi sebelumnya.

Selain surveilans, tim asesor juga menilai pengajuan perluasan ruang lingkup, khususnya pada parameter mikrobiologi seperti pengujian Escherichia coli (E. coli) dan coliform.

“Untuk perluasan ruang lingkup, kami akan melihat apakah pengujian itu sudah benar-benar diterapkan dan didukung bukti dokumen yang lengkap,” jelasnya.

Asesor lainnya, Yogi Dwi Satria, menyebut penilaian juga mencakup sistem manajemen mutu dalam operasional laboratorium sehari-hari.

Baca juga: BMKG: Sejumlah Wilayah Malut Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Dini Hari

Sementara itu, Kepala UPA Laboratorium Terpadu Unkhair, Khusna Arief Rakhman, mengatakan asesmen ini menjadi bagian penting dalam menjamin kualitas hasil pengujian.

“Tim asesor melakukan observasi langsung di laboratorium untuk melihat kualitas pengujian, khususnya pada parameter mikrobiologi yang diajukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, asesmen berlangsung selama tiga hari dengan agenda utama berupa observasi lapangan, verifikasi dokumen, serta evaluasi penerapan sistem manajemen mutu.

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved