Rabu, 29 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

PT NHM

NHM Perkuat Standar Keselamatan Lewat Sertifikasi Juru Ledak II di Gosowong

Sebagai penutup para peserta menjalani Ukom langsung oleh LSP ESDM untuk mendapatkan sertifikasi resmi sebagai bukti keahlian di industri pertambangan

|
Editor: Munawir Taoeda
PT NHM
AGENDA: Foto bersama usai Diklat dan Penyegaran Uji Kompetensi Juru Ledak II yang dilaksanakan di Gedung Safety Training, site Gosowong, pada Sabtu (13/04/2026). Giat diklat ini diinisiasi PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bersinergi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (LSP PPSDM Geominerba) menggelar 
Ringkasan Berita:1. PT NHM bersinergi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (LSP PPSDM Geominerba)
2. Senergi ini dengan menggelar Diklat dan Penyegaran Uji Kompetensi Juru Ledak II yang dilaksanakan di Gedung Safety Training, site Gosowong, Sabtu (13/4/2026)
3. Adapun program pelatihan ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 13 hingga 17 April 2026

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Sebagai langkah strategis untuk memitigasi risiko tinggi dalam operasional pertambangan, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bersinergi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (LSP PPSDM Geominerba) menggelar Diklat dan Penyegaran Uji Kompetensi Juru Ledak II yang dilaksanakan di Gedung Safety Training, site Gosowong, pada Sabtu (13/4/2026).

Program pelatihan ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 13 hingga 17 April 2026, dibagi dua sesi yaitu refresher dengan jumlah 6 peserta dari tanggal 13 -15 April 2026 dan regular dengan jumlah 16 peserta 13 – 17 April 2026.

Adapun total peserta yang berpartisipasi sebanyak 22 orang dari berbagai departemen.

Kegiatan peledakan dalam industri pertambangan merupakan tahapan operasional dengan tingkat risiko yang tinggi dan memerlukan pengendalian yang ketat.

Baca juga: DBH hingga Tanggung Jawab Lingkungan di Maluku Utara Jadi Sorotan BAM DPR RI

Tanpa perencanaan dan pelaksanaan yang tepat, kegiatan ini dapat memicu potensi bahaya seperti kecelakaan kerja, kerusakan peralatan, gangguan lingkungan, hingga penurunan efisiensi penambangan.

Dalam sambutan pembukaan, Deputy Director of Operation (DDO) / KTT, Rara Dodo Lawolo menegaskan pentingnya penguatan kompetensi bagi para tenaga kerja agar mampu melaksanakan kegiatan peledakan secara aman, efektif, dan sesuai standar yang ditetapkan.

"Jadikan diklat ini sebagai bagian untuk memperkuat dan memantapkan lagi kompetensi yang sudah dimiliki."

Diklat yang diinisiasi oleh PT NHM 01
PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bersinergi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (LSP PPSDM Geominerba) menggelar Diklat dan Penyegaran Uji Kompetensi Juru Ledak II yang dilaksanakan di Gedung Safety Training, site Gosowong, pada Sabtu (13/4/2026)

"Manfaatkan waktu sebaik mungkin. Harapan kami, tentu para peserta mengikuti dengan baik dan dinyatakan kompeten, "ujar Rado. 

Sementara itu, Koordinator LSP PPSDM Geominerba, Achmad Saepulloh, menekankan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan amanat regulasi dari Kementerian ESDM yang sifatnya wajib atau mandatory bagi setiap personel di industri pertambangan.

Diklat yang diinisiasi oleh PT NHM 02
PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bersinergi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (LSP PPSDM Geominerba) menggelar Diklat dan Penyegaran Uji Kompetensi Juru Ledak II yang dilaksanakan di Gedung Safety Training, site Gosowong, pada Sabtu (13/4/2026).

"Meskipun kegiatan peledakan sudah menjadi bagian dari rutinitas harian para peserta, pengakuan kompetensi formal sangat krusial untuk memastikan setiap prosedur di lapangan telah memenuhi standar nasional yang berlaku, "tegas Achmad.

Di kesempatan yang sama, Manajer HSE NHM, Widi Wijaya, menambahkan bahwa meskipun program ini sempat menghadapi kendala teknis dan non-teknis sejak direncanakan pada bulan Ramadhan, pelaksanaannya saat ini diharapkan memberikan hasil positif yang dapat langsung diterapkan di lapangan.

Baca juga: Sekkab Halmahera Tengah Lepas 12 CJH, Tekankan Pentingnya Menjaga Nama Baik Daerah

"Harapan kami para peserta dapat mengikuti dengan baik dan mendapatkan hasil positif yang bisa diterapkan dengan baik dalam operasional di lapangan, "tambah Widi.

Adapun rangkaian pelatihan ini mencakup materi komprehensif yang meliputi peraturan keselamatan, pengangkutan, peramuan, persiapan, penerapan, praktik lapangan, hingga pemeriksaan pasca-peledakan.

Sebagai penutup, para peserta menjalani Uji Kompetensi langsung oleh LSP ESDM untuk mendapatkan sertifikasi resmi sebagai bukti keahlian mereka di industri pertambangan. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved