Rabu, 29 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

LPG di Malut

Harga LPG Nonsubsidi di Taliabu Melonjak Signifikan

Di Taliabu, LPG 5,5 kg: dari harga normal Rp 220.000, sempat naik menjadi Rp 225.000, dan kini melonjak ke angka Rp 265.000

Penulis: Laode Havidl | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Laode Havidl
HARGA: LPG ukuran 5,5 kg dan LPG ukuran 12 kg di toko A2 Mart di Desa Bobong, Pulau Taliabu, Selasa (28/4/2026). Pemilik Toko 2A Mart Ameyka mengaku harga LPG telah mengalami dua kali kenaikan dalam periode tersebut 
Ringkasan Berita:1. Harga LPG nonsubsidi di Pulau Taliabu mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir
2. Kenaikan harga ini terpantau di sejumlah toko pengecer di Desa Bobong, salah satunya di Toko 2A Mart
3. Pemilik Toko 2A Mart Ameyka mengaku harga LPG telah mengalami dua kali kenaikan dalam periode tersebut

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Harga LPG nonsubsidi di Pulau Taliabu, Maluku Utara mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan harga ini terpantau di sejumlah toko pengecer di Desa Bobong, salah satunya di Toko 2A Mart.

Pemilik Toko 2A Mart Ameyka mengaku harga LPG telah mengalami dua kali kenaikan dalam periode tersebut.

Berikut rincian kenaikan harganya

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Tambah Stok, 8.151 Tabung LPG Masuk Ternate

LPG 5,5 kg: dari harga normal Rp 220.000, sempat naik menjadi Rp 225.000, dan kini melonjak ke angka Rp 265.000.

HARGA: Tabung LPG ukuran 5,5 kg dan LPG ukuran 12 kg di toko A2 Mart di Desa Bobong, Pulau Taliabu, Selasa (28/4/2026)
HARGA: Tabung LPG ukuran 5,5 kg dan LPG ukuran 12 kg di toko A2 Mart di Desa Bobong, Pulau Taliabu, Selasa (28/4/2026) (TribunTernate.com/Laode Havidl)

LPG 12 Kg: dari harga semula Rp 350.000, sempat naik menjadi Rp 360.000, dan kini berada di angka Rp 420.000.

Baca juga: Update Stok dan Harga LPG Nonsubsidi di Ternate Maluku Utara Terbaru

"Ada dua kali kenaikan harga, sebelum akhirnya melonjak ke angka sekarang, "ujar Ameyka kepada Tribunternate.com, Selasa (28/4/2026).

Ameyka menjelaskan, tingginya harga jual ini dipengaruhi oleh ketergantungan pasokan dari luar daerah, yakni dari Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

"Opsi paling dekat memang dari Luwuk (Kabupaten Banggai), karena kami bisa menitipkan muatan di kapal kopra atau kapal barang yang rutin berlayar ke sini, "tandas Ameyka. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved